Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

7 Tahun Warga Diteror Bau Tinja dari Manhole IPAL, Gara-Gara Pembalut?

13 November 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Mainhole IPAL di Mojo, Pasar Kliwon ini dikeluhkan warga karena muncul bau

Mainhole IPAL di Mojo, Pasar Kliwon ini dikeluhkan warga karena muncul bau (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Nasib apes melanda warga RT 03 RW 07 Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon. Setiap hari selama tujuh tahun terakhir mereka mencium bau tinja dari manhole instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Bahkan, tinja dari saluran tersebut selalu keluar ketika hujan datang.

Manhole IPAL berada di Jalan Bengawan Solo 3, tepatnya di depan rumah Sukarman. Manhole tersebut merupakan hulu dari IPAL yang seharusnya mengalir ke Jalan Kahar Muzakir. Namun, faktanya limbah dari belasan rumah warga berhenti di manhole berdiameter 60 centimeter tersebut lantaran memiliki sudut elevasi lebih rendah.

“Kalau hari biasa seperti ini keluar bau. Nanti kalau hujan sedikit, tinja ini menyembul, keluar. Pas musim hujan, warga sini setiap hari membersihkan tinja, sudah biasa,” ucap Sukarman. 

Pria 77 tahun ini pun langsung menunjukkan bukti bahwa limbah di IPAL tersebut tidak mengalir. Dia membuka penutup manhole dengan linggis. Benar saja, selain bau lebih menyengat, terdapat endapan tinja memenuhi separo saluran. 

“Ini dibangun tujuh tahun lalu, belasan warga membuang limbah di sini, sebagian tidak. Kita sudah melapor ke PDAM (perusahaan daerah air minum) beberapa kali, ditanggapi, pernah ada mobil PDAM menyedot tinja. Masalah selesai, tapi setelah beberapa hari begini lagi,” terangnya.

Terakhir, dia utarakan persoalan tinja nyembul di forum rapat RW. Maksudnya agar mendapatkan solusi, namun hingga kemarin pihaknya belum menemukan kejelasan. Kasus tinja nyembul ini terdengar sampai ke Wakil Ketua DPRD Surakarta Taufiqurrahman. Politisi Partai Golkar ini langsung meluncur ke lokasi, Selasa (12/11). Setelah melihat dan mendengar keterangan warga, dia memastikan telah terjadi kesalahan konstruksi dalam pembangunan IPAL.

“Harusnya di sini lebih tinggi dari dari hilirnya. Atau bisa saja saluran diteruskan ke jalan Bengawan Solo,” katanya.

Taufiq akan melakukan komunikasi dengan PDAM terkait aduan warga tersebut. Pihaknya mendesak perusahaan daerah itu bisa mempertanggungjawabkan kesalahan pembangunan yang dilakukan tujuh tahun silam.

“Saya akan menindaklanjuti persoalan ini. Warga sudah bagus mau ikut program IPAL, tapi malah jadinya seperti ini,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Humas PDAM Bayu Tunggul mengakui banyak persoalan limbah yang terjadi akibat kelalaian warga sendiri. Misalnya warga kerap membuang sampah melalui saluran pembuangan limbah. 

“Kenapa tersumbat? Masyarakat seringnya buang pembalut, kaos, dan benda lain ke WC. Ada itu buktinya, ada fotonya,” katanya.

Terkait kasus tinja nyembul di Jalan Bengawan Solo 3, Tunggul juga mengakui ada beberapa konstruksi jaringan dengan sudut elevasi kurang bagus. Akibatnya limbah yang ada di jaringan tersebut tidak mengalir sebagaimana mestinya.

“Lha pengerjaan pipa dulu itu memang bukan kami yg mengerjakan. Itu dari satker PPLP Jateng lewat DPUPR. Kami hanya menerima sambungan pipanya dari rumah,” ungkapnya.

Sebagai solusi, PDAM akan berkomunikasi dengan satuan tugas pemerintah provinsi agar segera ditangani. “Ini teman-teman sedang ke lokasi, kita cari penyebabnya apa,” ujarnya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia