Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Perketat Pengamanan Pascabom Medan, Pria Berjaket Ojol Dilarang Masuk

Di Mako Polres Wonogiri

13 November 2019, 21: 10: 11 WIB | editor : Perdana

Pria berjaket ojol tertahan di depan gerbang Mako Polres Wonogiri

Pria berjaket ojol tertahan di depan gerbang Mako Polres Wonogiri (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Pascabom bunuh diri yang terjadi di Medan, Mapolres Wonogiri tingkatkan penjagaan. Sistem satu pintu diterapkan dan selektif menerima tamu.

Pada Rabu (13/11) ini, penjagaan di Mako Polres Wonogiri tampak berbeda. Semua tamu yang akan masuk mako harus diperiksa identitasnya.

Bahkan, seorang ojek online (ojol) yang mengantar pesanan di Mako Polres Wonogiri tertahan di luar pintu masuk. Pria berjaket hijau khas salah satu perusahaan ojol itu tampak menghubungi seseorang yang memesan sesuatu lewat dirinya. 

"Ya, perintah dari Polda tadi kita diminta meningkatkan penjagaan di mako masing-masing," kata Wakapolres Wonogiri Kompol Adi Nugroho mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti, Rabu.

Menurut Adi, penjagaan diperketat dengan menerapkan sistem satu pintu atau one gate system dan selektif menerima tamu. Personel pengamanan juga ditambah untuk memperketat pengamanan.

"Pengamanan dilakukan di mapolres maupun di asrama," ucap Adi.

Kepolisian juga akan meningkatkan patroli keliling Wonogiri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. "Patroli juga akan semakin kita tingkatkan, malah rencananya akan gabungan bersama TNI," ujarnya.

Menurut Adi, Polres Wonogiri sebenarnya sudah melakukan penjagaan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Bahkan, sistem satu pintu dan selektif menerima tamu telah dilakukan sejak tragedi bom di Surabaya tahun lalu.

"Maka, mulai hari ini mulai kita tingkatkan lagi penjagaannya," pungkasnya. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia