Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Giliran Sekdes Ponggok Dilaporkan Polisi

13 November 2019, 21: 45: 10 WIB | editor : Perdana

Edhi Santoso Ariwibowo

Edhi Santoso Ariwibowo (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

Ee KLATEN – Edhi Santoso Ariwibowo mendesak Polres Klaten mempercepat penanganan kasus dugaan penyelewengan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo. Sebab dugaan penyelewengan yang menyeret nama Kepala Desa (Kades) Ponggok Junaedi Mulyono ini juga telah dilaporkan ke Polda Jawa Tengah. Hingga akhirnya dilimpahkan kembali ke Polres Klaten, Maret 2019.

“Saya tidak tahu masalah akuntansi. Soal akuntansi saya bingung. Yang penting uangnya ada di mana?” ujar Edhi saat dijumpai di Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, kemarin (13/11).

Edhi juga meragukan laporan keuangan 2018 dari BUMDes Tirta Mandiri yang diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP). Hasil audit eksternal itu mendapatkan opini wajar dengan pengecualian. Dia meragukan kredibilitas KAP. Meski ada kejanggalan, namun dapat opini wajar dengan pengecualian. Kejanggalan tersebut terkait peminjaman uang BUMDes ke Unit Ponggok Ciblon senilai Rp 145 juta.

“Masak iya BUMDes utang ke unit usaha. Tetapi dalam laporan keuangan tidak tertulis utang. Kan itu janggal. Belum lagi laba yang diperoleh selalu Rp 2 miliar setiap tahunnya,” keluh Edhi.

Edhi mengaku terakhir kali mendatangi polres sepekan lalu. Sekaligus meminta surat pemberitahuan perkembangan perkara (SP2P). Dia mempertanyakan hasil lidik polisi masih berkutat pada payung hukum yang digunakan. 

“Terpenting saya percayakan kepada Polres Klaten. Saya tunggu hasil lidiknya. Tetapi kalau melihat rentang waktu dari Maret sampai sekarang, ya cukup lama,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Ponggok Yani Setiadi juga dilaporkan ke polisi, pekan lalu. Atas dugaan manipulasi data pengunjung Umbul Ponggok pada 2015. Pelapor yakni STY, warga Kecamatan Juwiring. Sekdes diduga sering tidak membayar uang tiket secara penuh saat membawa rombongan dari luar daerah.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengaku kedua laporan terkait kasus Ponggok ditangani secara profesional. “Kami tindak lanjuti dan selidiki biar terang. Jika ada perkembangan, kami kabarkan,” singkatnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia