Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Air Sungai Dekat Terminal Tirtonadi Berbusa, Ribuan Ikan Mati

14 November 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Kondisi air sungai di sekitar Bendung Karet yang berbusa

Kondisi air sungai di sekitar Bendung Karet yang berbusa (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ribuan ikan nila di sekitar Bendung Karet Tirtonadi mati. Diduga kematian ikan tersebut akibat pencemaran yang terjadi di aliran Kali Anyar. Pasalnya, di aliran sungai terdapat banyak busa.

Petugas keamanan Papan Kawruh Tirta, Hari Indaryanto mengatakan, ribuan ikan nila terlihat mengambang di bawah bendungan sejak pukul 09.00. Dia juga mencium bau amis akibat sebagian ikan mulai membusuk. “Saya masuk pertama belum ada aroma, lama-lama tercium juga,” katanya, Rabu (13/11).

Hari menduga matinya ikan nila di bawah Bendung Karet akibat pencemaran air di Kali Anyar. Dugaan tersebut muncul lantaran pada waktu yang sama terdapat busa putih di bawah Bendung Karet Tirtonadi. Busa itu juga baru terlihat kemarin. Pantauan Jawa Pos Radar Solo, kumpulan busa putih itu juga ada di bawah jembatan kali abang dan jembatan Kandang Sapi di depan Pasar Mojosongo.

Kondisi tersebut mengundang perhatian anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Surakarta. Ketua Komisi II DPRD Surakarta Y.F. Sukasno bersama sejumlah anggota Komisi II melihat langsung ke lokasi. “Kami belum tahu apakah ikan ini mati karena pencemaran air atau yang lain. Tetapi busa ini menjadi salah satu indikator. Ini sangat mengganggu masyarakat, karena Kota Solo sangat tergantung dengan sungai,” ucapnya.

DPRD meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta segera melakukan penyelidikan terkait munculnya busa dan matinya ribuan ikan nila di Kali Anyar. Sukasno berharap hasil penyidikan segera disampaikan ke DPRD.

“Saya sudah minta untuk DLH mengambil sampel air dan ikannya. Biar dicek dulu, kita tunggu,” terangnya.

Kepala DLH Sri Wardhani tak berkomentar banyak ihwal pencemaran air sungai dan matinya ikan nila di Kali Anyar. Namun, pihaknya telah mengambil sampel air dan segera melakukan uji laboratorium. Belum dapat dipastikan kapan hasil uji tersebut keluar, sebab pemkot tidak memiliki laboratorium dan infrastruktur pendukung sendiri. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia