Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Ratusan Buruh Sukoharjo Gelar Aksi,Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

14 November 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Massa buruh gelar teatrikal di halaman gedung DPRD Sukoharjo, Rabu (13/11)

Massa buruh gelar teatrikal di halaman gedung DPRD Sukoharjo, Rabu (13/11) (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

Berita Terkait

SUKOHARJO – Ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Peduli Buruh (FPB) menggelar aksi di gedung DPRD Sukoharjo, Rabu (13/11). Mereka menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan revisi aturan pemberian pesangon dan upah minimum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 

Selain beroperasi, masa buruh menggelar aksi teatrikal. Koordinator aksi sekaligus Ketua FPB Sukoharjo Sukarno menegaskan, kenaikan iuran BPJS sangat memberatkan masyarakat. Termasuk buruh meskipun sudah disubsidi perusahaan.

"Kenaikan (iuran BPJS Kesehatan) ini sudah di ambang batas kemampuan. Tidak ada jaminan dibarengi dengan pelayanan yang baik. Maka tentu akan berpotensi semakin banyaknya tunggakan," ujarnya.

Perwakilan aksi kemudian melakukan audiensi dengan anggota DPRD Sukoharjo serta Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Sukoharjo.

Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi mengatakan, aspirasi para buruh akan langsung disampaikan ke pemerintah pusat. "Saya meminta agar komisi IV menjadwalkan kunjungan ke kementerian terkait melibatkan dinas dan FPB untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, aksi yang dikawal 120 personel kepolisian itu berjalan lancar. "Rekayasa lalu lintas kami lakukan hanya di depan gedung DPRD Sukoharjo ketika orasi. Setelah perwakilan (buruh) masuk (audiensi) lalu lintas kembali normal,” ujar  Kapolsek Sukoharjo Gerry Armando. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia