Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Persis Solo Tetap Akan Disomasi Klub Internal

14 November 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Dua pemain Persis Solo yang dipertahankan tim kepelatihan, yang Hapidin (kiri) dan juga Andreantono Oriza

Dua pemain Persis Solo yang dipertahankan tim kepelatihan, yang Hapidin (kiri) dan juga Andreantono Oriza

Share this      

SOLO – Wacana manajemen Persis Solo untuk membentuk tim jauh-jauh hari demi menghadapi kompetisi Liga 2 2020 ternyata dianggap Askot PSSI Surakarta terlalu jauh melangkah. Mereka menganggap seharusnya manajemen PT Persis Solo Saestu (PSS) yang mengelola Persis untuk fokus dulu membenahi kejelasan masalah terkait saham di PT PSS.

Apalagi, pihak Askot PSSI Surakarta dan juga 26 klub internal Persis Solo, ternyata belum mengakui manajemen baru Persis Solo.  

“Sudah dua tahun kita diam. Sudah sekian lama kita tidak berkomentar. Perpindahan kepemilikan dari Pak Sigid (Haryo Wibosono) ke Pak VJ (sapaan Vijaya Fitriyasa) tidak sesuai rule. Dan kita tidak mengakui Persis Saestu (Persis di bawah bentukan PT PSS, Red),” ucap Ketua Askot PSSI Surakarta Paulus Haryoto.

“Kami sebagai manajemen awal (pendiri PT Persis Solo Saestu) dan juga teman-teman klub internal yang berjumlah 26 rencananya akan melakukan somasi dengan alasan seperti yang saya sebutkan tadi. Kami yang juga sebagai pemilik saham menganggap, peran kami tak pernah dilibatkan, termasuk perpindahan saham mayoritas,” sambung pria yang juga berstatus anggota DPRD Surakarta tersebut.

Pihak Askot dan klub internal sebenarnya sudah mendengar wacana manajemen Persis yang ingin merangkul mereka dan beberapa stakeholder di Solo lainnya. Termasuk manajemen Persis mewacanakan akan menggelar kompetisi internal, hingga pembentukan tim Persis U-18 untuk kompetisi Liga 2 U-18 2020.

“Terkait niat mau gulirkan kompetisi internal, kita hanya bisa tersenyum. Dulu saja kita tak dilibatkan, kok tiba-tiba ini mau ada niat merangkul dan sebagainya. Termasuk wacana pembentukan usia dini (Persis U-18). Lah kemarin ke mana aja,” tegas Paulus.

Dia menganggap, saat ini manajemen Persis anggotanya berbeda dengan Askot PSSI Surakarta. Dan terkait kewenangan menggelar kompetisi internal, jelas itu jadi tupoksi dan kewajiban dari Askot PSSI Surakarta.

“Lah, katanya mau buat kompetisi internal, apa mereka punya klub. Kita sih terbuka, asal mau diajak bicara,” ujarnya.

Paulus mengakui saat perayaan HUT Persis tiga hari kemarin, pihak Askot memang diundang untuk ikut hadir. “Yang ngundang kami di acara HUT itu panitia, bukan manajemen Persis,” ujarnya.

Sebelumnya, owner baru Persis Vijaya Fitriyasa mengungkapkan siap menggulirkan kompetisi internal. ”Nanti kita akan koordinasi dengan pihak internal dan Askot untuk mekanismenya. Yang pasti kompetisi ini diharapkan bisa jadi ajang bagus untuk melihat potensi pemain lokal di Kota Solo,” terang Vijaya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia