Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kampung Thintir Tampilkan Dolanan Anak

14 November 2019, 14: 33: 35 WIB | editor : Perdana

MERIAH: Salah satu pertunjukan tarian dolanan anak - anak di Kampung Thintir Desa Angrasmanis Jenawi.

MERIAH: Salah satu pertunjukan tarian dolanan anak - anak di Kampung Thintir Desa Angrasmanis Jenawi. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Upaya melestarikan permainan anak tradisional terus dilakukan di Kampung Wisata Thintir Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi. Festival dolanan anak digelar di kampung setempat, Senin (11/11) hingga Selasa (12/11) lalu.

Ketua Paguyuban Kampung Thintir Yona mengungkapkan, pertunjukan tari dan dolanan anak baru pertama kali disuguhkan. Diharapkan pengunjung yang hadir mulai dari anak-anak sampai dewasa turut melestarikan warisan budaya Jawa ini.

”Seperti Sluku-Sluku Bathok, Jamuran, Lepetan, dan beberapa dolanan lainnya. Diiringi musik kentungan atau yang lainnya,” kata Yona.

Ada pula pentas gamelan, angklung, reog dan sejumlah makanan tradisional juga disuguhkan dalam Pasar Thintir ini.

Tokoh adat Kampung Thintir Mangku Jito mengungkapkan, Kampung Thintir dimulai dari kirab menghidupkan ratusan thintir di tepi jalan kampung. Ditunjukkan simbol lima agama, simbol mata air, ringin putih, naga, dewi sri, babi dan tikus.

Simbol tersebut merupakan penggambaran bagi dewa kemakmuran Dewi Sri. Musuhnya disimbolkan babi dan tikus. Selain itu naga merupakan wujud simbol dari Bathara.

”Kami juga ingin melestarikan budaya agar tidak luntur. Di puncak acara ada upacara adat yang dipimpin oleh pemangku adat. Dewi Sri simbol kemakmuran, tikus dan babi simbol malapetaka. Doa kami agar desa dan negara ke depannya semakin makmur,” ungkapnya. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia