Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pascabom Medan, Driver Ojol Selektif Terima Order Antar Barang

14 November 2019, 20: 30: 16 WIB | editor : Perdana

Driver ojol saat mengikuti sosialisasi bersama Satuan Binmas Polresta Surakarta

Driver ojol saat mengikuti sosialisasi bersama Satuan Binmas Polresta Surakarta (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pelaku aksi bom bunuh diri Mapolrestabes Medan menggunakan atribut ojek online (ojol). Ini membuat para driver ojol di Solo khawatir citra mereka menjadi buruk dan ditakuti calon konsumen. Padahal selama ini para driver menentang keras aksi kejahatan, apalagi sampai menyangkut pada terorisme.

Hal ini diungkapkan para driver ojol saat mengikuti sosialisasi bersama Satuan Binmas Polresta Surakarta di sekitar Jalan Cipto Mangunkusumo, Kamis (14/11). ”Waktu ada kabar itu (bom bunuh diri Medan dan pelaku menggunakan atribut ojol, Red), sempat jadi keresahan di antara temen-temen. Terutama untuk driver muda kita. Bagaimana kalau sepi orderan, pada takut naik ojol,” ucap Supardi, 46, salah seorang driver ojol.

Namun, kekhawatiran para driver ojol tersebut tak terbukti. Diakui Supardi, hingga kini orderan masih datang seperti biasa.

”Kemarin habis kejadian sempat saya bilang, kalau rezeki itu Tuhan yang mengatur. Kita tinggal berusaha. Ya Alhamdullilah, sampai saat ini orderan mereka, baik makanan maupun antar jemput masih lancar. Kalau di Solo masih lancar, masyarakat masih percaya dengan ojol,” tuturnya.

Disinggung terkait kebijakan beberapa polres yang melarang ojol masuk markas, secara pribadi Supardi tidak menyoalkan hal tersebut. “Ya itu yang order memang dari polisi sendiri (kalau masuk markas, Red). Beberapa kali juga saya dapat pesanan untuk diantarkan ke Polresta Surakarta. Biasanya makanan. Yang penting kalau waktu antar, ketika ditelpon driver, (pemesan, Red) bisa segera keluar,” papar Supardi.

Keresahan yang sama juga diutarakan Slamet Anggono, 33, driver lain. Namun dia mengakui, sejauh ini masyarakat Solo masih memanfaatkan jasanya. Di sisi lain, pascakejadian bom Medan, dia lebih selektif ketika menerima orderan pengiriman barang.

”Kalau ada yang kirim barang, saya minta diperlihatkan dulu barangnya. Bukannya apa-apa, takutnya isinya narkoba atau sabu, malah kita yang kena. Kalau tidak mau menunjukkan barang, biasanya saya suruh cancel saja. Lebih baik saya kehilangan poin daripada membantu tindak kejahatan,” urainya.

Sementara itu, Kanit Polmas Satbinmas Polresta Surakarta AKP Eddi Hartono menuturkan, dalam pembinaan ada beberapa hal yang disampaikan petugas kepada para driver. Pihaknya berpesan agar para drivel ojol tidak mudah meminjamkan jaket atau helmnya kepada orang lain.

Kemudian, tidak mudah terpengaruh oleh media sosial terkait gerakan-gerakan yang mengarah radikalisme. ”Terakhir saya sampaikan, seandainya rekan-rekan saat mengantar penumpang atau barang merasa ada yang mencurigakan, mohon dilaporkan secepatnya ke kepolisian terdekat,” pungkas Eddi. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia