Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

ATM & PIN Hilang, Tabungan Rp 41,1 Juta Hasil Kerja Merantau Lenyap

15 November 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Perdana

Uang puluhan juta rupiah milik warga Tanon dalam rekening BRI raib setelah kehilangan ATM sekaligus catatan PIN

Uang puluhan juta rupiah milik warga Tanon dalam rekening BRI raib setelah kehilangan ATM sekaligus catatan PIN (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Nasib apes dialami Septi Setia Ningsih, 22, warga Karang Kulon RT 22, Desa Kecik, Kecamatan Tanon. Uang Rp 41,1 juta hasil jerih payahnya kerja merantau ke Sumatera raib. Itu terjadi setelah ATM yang disimpan orang tuanya di rumah setempat, hilang.

Uang dari tabungannya perlahan tersedot oleh oknum tidak bertanggung jawab. Septi merupakan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Merasa tabungannya kebobolan, korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Sragen.

Informasi yang dihimpun, korban bekerja di Sumatera. Dia meninggalkan kartu ATM di rumah agar jadi pegangan orang tuanya. Niatnya untuk mempermudah pengambilan uang kiriman darinya.

Lalu pada (28/8) korban mendapatkan SMS banking yang memberitahukan telah jadi transaksi penarikan uang tunai melalui ATM miliknya sebanyak lima kali. Penarikan dilakukan dengan rincian Rp 500 ribu, Rp 200 ribu, Rp 2,4 juta dua kali. Kemudian Rp 2 juta dan Rp 200 ribu.

Tak sampai di situ, uangnya kembali ditarik sehari kemudian, (29/8). Totalnya Rp 10 juta dengan rincian empat kali penarikan Rp 2,5 juta. Kemudian pembobolan kembali terjadi pada (30/8). Penarikannya sebesar Rp 1,25 juta. Lalu transaksi transfer uang senilai Rp 20 juta.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan korban curiga dan menanyakan pada orang tuanya terkait transaksi tersebut. Namun orang tua korban menyampaikan tidak melakukan transaksi apapun.

Kemudian orang tua korban mencari ATM yang disimpan di bawah tumpukan hasil panen dalam rumahnya. Namun kartu ATM korban sudah hilang berikut kode PIN-nya. Kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut.

”Total uang yang dibobol mencapai Rp 41,150 juta,” terang Agus.

Menanggapi masalah tersebut, Asisten Manajer Operasional Kantor Cabang BRI Sragen Kiptiyono Wardoyo menjelaskan bahwa itu bukan kesalahan dari bank. Meski demikian pihaknya siap membantu kepolisian terkait laporan tersebut.

”Dalam hal ini bank tidak salah, karena nasabah kehilangan ATM sekaligus PIN-nya,” terangnya.

Pihaknya tidak tahu penyimpanan yang dilakukan. Namun sudah disampaikan dari nasabah yang bersangkutan bahwa menyimpan ATM sekaligus catatan PIN.

”Penyidik kepolisian juga ke sini, masih dalam proses. Ini bukan kejahatan perbankan, tapi pidana. Kami otomatis membantu melacak transaksi. Ada surat penyelidikan dari kepolisian kami membantu,” terangnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia