Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Investasi Masuk Rp 47 T, Jateng Pangkas 71 Ribu Pengangguran

15 November 2019, 13: 32: 56 WIB | editor : Perdana

SOLUSI: Warga mengurus persyaratan mendapatkan kartu kuning di Disperinaker Klaten

SOLUSI: Warga mengurus persyaratan mendapatkan kartu kuning di Disperinaker Klaten (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG – Iklim investasi yang kondusif dan banyaknya kemudahan dari pemerintah provinsi (pemprov) menarik bagi para investor datang ke Jawa Tengah (Jateng). Terbukti, pada triwulan I-III ini, realisasi investasi masuk Rp 47,24 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri mengatakan, dari jumlah itu, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 32,27 triliun. Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada triwulan III tahun ini sebesar Rp14,97 triliun.

“Dengan capaian itu, maka target investasi Jateng pada tahun ini yang ditetapkan Rp 47,42 triliun sudah hampir tercapai. Persentase capaian realisasi investasi sampai saat ini mencapai 99,6 persen,” kata Ratna, Kamis (14/11).

Ratna mengatakan, tingginya investasi berbanding searah dengan pengurangan angka pengangguran di Jateng. Hingga triwulan III, sebanyak 71.639 pengangguran berhasil diserap bekerja di sejumlah perusahaan. Apalagi, sebaran perusahaan merata di Jateng. Di wilayah Jepara, Batang, Kota Semarang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Semarang, Cilacap, Sukoharjo, Boyolali dan daerah lainnya.

“Untuk sektor industri, mayoritas bergerak pada bidang usaha listrik, gas dan air. Selain itu, ada pula industri barang dari kulit dan alas kaki, tekstil, industry kendaraan bermotor, makanan, property dan lain sebagainya,” terangnya.

Atas capaian tersebut, Ratna optimistis investasi di Jateng akan terus meningkat di tahun yang akan datang. Apalagi, target pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 7 persen, maka sektor investasi akan menjadi andalan.

“Kami optimistis target pertumbuhan ekonomi 7 persen itu akan tercapai. Sebab, Jateng memiliki semuanya, mulai infrastruktur, ketersediaan lahan, tenaga kerja mumpuni, serta komitmen untuk memberikan kemudahan serta pro investasi. Dengan semua itu, kami optimis target 7 persen tidak akan sulit,” tutupnya.

Di sisi lain, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, Pemprov Jateng sedang mendorong masuknya investasi di berbagai bidang. Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya akan memberikan insentif dan fasilitas berupa penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu yang cepat.

“Bahkan, saya menyiapkan wisata investasi untuk para calon investor. Kita siapkan piknik, kuliner sambil melihat potensi-potensi investasi dan tempat wisata di Jawa Tengah. Pasti asyik,” kata Ganjar saat menghadiri forum investasi bertajuk Central Java Investment Business Forum (CJIBF) di Jakarta, baru-baru ini.

Ganjar menegaskan, Jateng saat ini menjadi primadona investasi dari berbagai negara karena beberapa faktor. Di antaranya, iklim investasi yang tenang, kemajuan pembangunan infrastruktur, dan kondisi sosial warganya akan membuat daya saing investasi Jateng kian membaik.

“Orang Jawa Tengah itu menarik. Sopan, orangnya sederhana, rajin, dan mudah menerima perubahan atau adaptif. Inilah juga yang menjadi salah satu faktor kenapa kita jadi favorit investor,” ujarnya.

Terkait tenaga kerja, Ganjar menyebut Jawa Tengah sedang menghadapi kondisi bonus demografi. Sehingga, investor tak perlu takut kehabisan sumber daya manusia (SDM) unggul. Terlebih, provinsi ini memiliki 378 perguruan tinggi dan 1.588 sekolah menengah kejuruan (SMK) yang siap menyuplai tenaga kerja.

“Bahkan, kalau bapak-ibu menghendaki ada kultur khusus di pendidikan kita untuk mendukung industri bapak ibu, kita akan siapkan,” tegas Ganjar. (lhr/bun)

INVESTASI DI JAWA TENGAH 2019

Rp 32,27 Triliun

Penanaman modal asing (PMA) 

Rp 14,97 Triliun

Penanaman modal dalam negeri (PMDN) 

 Rp 47, 42 Triliun

Target investasi Jateng 2019

71.639

Angka penyerapan pengangguran 

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia