Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga
DJARUM FOUNDATION-KEJURKAB PBSI BOYOLALI 2019

Pertandingan Berjalan Sangat Ketat

15 November 2019, 14: 36: 10 WIB | editor : Perdana

UNJUK GIGI: Peserta Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Boyolali 2019 di GOR Poncobudoyo, Pulisen.

UNJUK GIGI: Peserta Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Boyolali 2019 di GOR Poncobudoyo, Pulisen. (MUHAMMAD RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Bergulirnya kejuaraan bulu tangkis bertajuk Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Boyolali di GOR Poncobudoyo, Pulisen, tentu jadi batu loncatan bagi banyak atlet potensial di Kota Susu. PBSI berharap kejuaraan ini bisa jadi arena pamer skill terbaik para atlet, untuk menambah jam bertanding mereka.

PB Selokaton jadi salah satu klub yang ikut serta bersaing di event ini. Manajer tim Widodo mengakui menurunkan 18 atlet terbaiknya. Mulai dari yang terjun di kelas anak, pra dini, hingga pemula. 

“Persaingan di kejuaraan ini rata, ada delapan PB (dari 13 yang ikut serta) yang sukses masuk di beberapa kelas. Hampir semua PB mendapat medali,” ucapnya.

Dia mengapresiasi para atletnya yang sudah berjuang. Dia paham tak semuanya berhasil meraih target yang dibidiknya. Seperti contoh Maulana Muhammad Ihsan. Dia pertandingan di babak semifinal kelas anak putra, kemarin, Maulana kalah dari Muhammad Gibran Illonansa asal PB Citra 7.

Maulana kalah dua set langsung 12-21, 14-21. Walau kalah, dia tetap bangga atas perjuangan Maulana. Terlebih Maulana terkenda sakit diare, tapi dia tetap bersikeras tetap menuntaskan pertandingan, walau kondisi tubuhnya tengah tidak fit

“Dia sakit sudah dari kemarin (13/11) sebenernya, waktu di babak penyisihan 8 besar. Walaupun sakit dia tetap memaksakan untuk bangkit berjuang di semifinal. Meski begitu, saya tetap bangga dengannya (Maulana),” tambahnya.

Ketatnya pertandingan juga terjadi di kelas-kelas lainnya. di babak semifinal kelas tunggal anak putri, Rahma Ayu Monika Sari asal PB Exotic Simo, sukses menundukkan rekan setimnya Aisyah Nuril Jannah  dengan skor 21-19, 21-17.

Ketua PB Exotic Rahmad Hidayat cukup senang karena anak didiknya berhasil unjuk gigi di kelas putri. Khususnya di kelas pradini putri dan anak putri. 

Sementara itu humas kejurkab ini Joko Wardoyo mengakui perkembangan kejuaraan di Boyolali, semakin meningkat. Termasuk dari sisi animo peserta juga lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. 

“Sekarang ini lebih banyak yang ikut. Tahun ini PBSI memberlakukan peraturan khusus untuk peserta, yakni harus memakai ID card untuk para atlet bulu tangkis. Untuk peserta yang tidak memakai ID sudah tidak diperbolehkan lagi untuk mengikuti kejuaraan ini,” tandasnya. 

Dia menegaskan langkah ini memang untuk mendata atlet yang benar-benar binaan PB-PB di Boyolali. Salah satunya juga agar tak ada salah pengertian antar atlet, terkait kesahan mereka dalam mengikuti kejuaraan ini. 

 ”Kejuaraan ini sendiri memperebutkan tropi, uang pembinaan dan piagam,” tuturnya. (mg8/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia