Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

SNMPTN Pakai Sistem Baru, Pemeringkatan Lihat Kuota Akreditasi Sekolah

16 November 2019, 08: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Calon mahasiswa melakukan daftar ulang SNMPTN tahun lalu

Calon mahasiswa melakukan daftar ulang SNMPTN tahun lalu (ISWARA BAGUS/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara resmi meluncurkan sistem penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) 2020, kemarin (15/11). Ada beberapa hal baru terkait pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) 2020.

Di antaranya tentang pemeringkatan siswa  pada pangkalan data sekolah dan siswa (POSS) dilakukan oleh sekolah. Kemudian jumlah siswa yang masuk pemeringkatan sesuai dengan ketentuan kuota akreditasi sekolah. Yaitu, sekolah dengan nilai akreditasi A sebanyak 40 persen, akreditasi B 25 persen, dan akreditasi C serta lainnya sebesar  5 persen yang merupakan siswa terbaik di sekolahnya.

“Penerimaan mahasiswa baru PTN 2020 dilaksanakan melalui tiga jalur, yaitu SNMPTN dengan kuota minimal 20 persen dari  daya  tampung  PTN. Kemudian seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dengan kuota minimum  40 persen, dan seleksi mandiri maksimal 30 persen,” beber Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Kemendikbud Ravik Karsidi, kemarin.

Kemudian untuk ujian tulis berbasis komputer (UTBK) 2020 waktu pelaksanaannya berlangsung selama sepekan dengan 14 sesi. Terdiri dua sesi setiap hari, dan dilaksanakan  di 74 pusat UTBK PTN.  Peserta UTBK hanya diperbolehkan mengikuti satu kali tes sesuai dengan kelompok tes yang diikuti, yakni sain dan teknologi, sosial hukum, atau campuran.

“Hasil UTBK  2020 hanya berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru pada 2020 dan hasilnya akan diberikan kepada peserta secara individu. Hasil UTBK 2020 ini juga dapat digunakan oleh PTN dalam  penerimaan mahasiswa baru lewat jalur seleksi mandiri  2020,” sambungnya.

Hal yang penting untuk diketahui oleh calon peserta  SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN  2020 yaitu  diterapkannya kebijakan single sign on (SSO) yang merupakan  tahap awal  dari pendaftaran  SNMPTN,   UTBK, dan SBMPTN 2020. 

Ravik menyebut setiap peserta wajib memiliki akun LTMPT dengan   melakukan registrasi  akun melalui laman  https://portal.ltmpt.ac.id. “Kerangka  waktu  untuk  registrasi  akun LTMPT dibagi menjadi dua, yaitu untuk POSS dan SNMPTN  dilaksanakan pada 2 Desember  2019  sampai  7 Januari 2020. Registrasi akun LTMPT untuk UTBK dan SBMPTN  dilaksanakan pada 7 Februari  sampai 5 April  2020,” imbuhnya.

Ravik mengimbau kepada  siswa, sekolah, atau masyarakat  agar memperhatikan dengan cermat dan teliti kerangka waktu pelaksanaan  SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020. Kerangka waktu untuk SNMPTN yaitu, registrasi akun LTMPT pada 2 Desember 2019 sampai 7 Januari 2020, pengisian POSS dan   pemeringkatan siswa  oleh sekolah pada 13  Januari sampai 6  Februari 2020, pendaftaran  SNMPTN pada 11 sampai 25 Februari  2020, dan pengumuman SNMPTN pada 4 April 2020.

“Waktu pelaksanaan UTBK 2020 yaitu, registrasi akun LTMPT pada 7  Februari sampai 5 April  2020, pendaftaran UTBK pada 30 Maret sampai 11 April 2020, pelaksanaan UTBK pada 20 sampai 26 April 2020, dan pengumuman hasil UTBK dijadwalkan pada 12  Mei  2020. Kemudian kerangka waktu SBMPTN 2020  yaitu pendaftaran SBMPTN pada 2 sampai 13 Juni 2020, dan pengumuman hasil  SBMPTN pada 30 Juni 2020,” jelasnya.

Bagi siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, lanjut Ravik, dapat mengajukan   bantuan biaya pendidikan melalui program Kartu lndonesia Pintar Kuliah (KIP-K) atau Afirmasi Pendidikan Daerah 3T (ADik) dengan terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran program KlP-K dan ADik yang dapat dilihat melalui laman http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/  dan  http://adik.kemdikbud.go.id/.

“Untuk mengetahui informasi resmi  atas semua tahapan  seleksi, baik  persyaratan maupun   ketentuan   pelaksanaan    SNMPTN,  UTBK, dan  SBMPTN   2020  dapat  diakses pada laman  resmi   LTMPT  https://ltmpt.ac.id   mulai Senin (18/11),” ujarnya. (aya/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia