Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pemkab Sukoharjo Rehab 1.470 Rumah Tak Layak Huni

16 November 2019, 18: 33: 19 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi

Share this      

SUKOHARJO – Rehab rumah tidak layak huni (RTLH) menyasar 1.470 unit rumah yang dihuni warga tidak mampu. Pemkab menggelontorkan Rp 11 miliar untuk 789 paket bantuan. Pendanaan berasal dari pusat, provinsi maupun program corporate social responsibility (CSR).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sukoharjo Suraji mengatakan, ada empat sumber dana untuk rehab RTLH. Yaitu, dana alokasi khusus (DAK),  bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dan Pemerintah Provinsi Jateng melalui CRS dari Bank Jateng. Total ada 789 paket bantuan.

Dari 789 paket penerima bantuan peningkatan RTLH telah diberikan dan tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Yakni, 239 unit RTLH di Kecamatan Weru, 36 unit di Tawangsari, 36 unit di Bulu, 179 unit di Nguter, dan di Sukoharjo sebanyak 299 unit.

“Kami juga memutakhirkan data base pada akhir 2015 ada 17.982 unit RTLH. Dan dalam kurun waktu 2015 -2018 sudah tertangani sebanyak 3.832 unit. Sehingga akhir 2018 menyisakan 14.150 unit RTLH,” terangnya pada Jumat (15/11).

Suraji mengaku memaksimalkan bantuan untuk rehabilitasi RTLH. Baik melalui jalur BSPS Kementerianu PU-PR, DAK Kementerian Keuangan, Program RTLH Provinsi Jateng, Dana CSR Bank Jateng maupun perusahaan lain di wilayah Sukoharjo. Pihaknya juga telah mengusulkan bantuan RTLH dari APBD Perubahan 2019.

“Dari 1.470 unit itu terdiri dari 170 unit dari DAK tahun 2019, 300 unit dari BSPS tahun 2019, 450 unit dari Bankeupemdes Gubernur Jateng, 400 unit dari APBD perubahan Kabupaten Sukoharjo dan 150 unit dari CSR bank Jateng,” terangnya.

Sumber dana dari program BSPS dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sukoharjo mendapat kuota 300 unit RTLH dengan bantuan sebesar Rp 17.5 juta per unit. Sedangkan bantuan dari RTLH Bekeumdes Provinsi Jateng mendapat bantuan sebanyak 159 unit dengan nilai bantuan Rp 10 juta per unit.

Sedangkan sumber dana dari RTLH APBD Perubahan 2019 mendapat bantuan 300 unit dengan nilai bantuan Rp 15 juta per unit. Serta bantuan dari CSR Bank Jateng sebanyak 30 unit sebesar Rp 10 juta per unit. Sehingga 789 penerima tersebut menerima total bantuan mencapai Rp 11,6 miliar.

“Bantuan RTLH ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selain itu diharapkan bisa mengurangi RTLH di Sukoharjo karena jumlahnya masih cukup tinggi,” imbuhnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, program bantuan RTLH bertujuan untuk membantu peningkatan kualitas rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Sukoharjo. Agar tidak ada lagi RTLH di Sukoharjo.

“Program ini memberikan stimulan bagi warga tidak mampu untuk meningkatkan kualitas tempat tinggalnya,” terangnya.

Sebelumnya Wardoyo telah memberikan  789 paket bantuan yang dialokasikan untuk lima kecamatan. Yang diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan peningkatan kualitas hunian. (rgl/bun)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia