Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Gelar Sosialisasi, Polisi Temukan Ratusan Knalpot Brong

16 November 2019, 19: 00: 13 WIB | editor : Perdana

PEMBINAAN: Anggota Satlantas terjun langsung memeriksa kondisi motor pelajar.

PEMBINAAN: Anggota Satlantas terjun langsung memeriksa kondisi motor pelajar. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Marakanya keluhan masyarakat terkait suara bising knalpot brong dari sepeda motor milik pelajar Karanganyar langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. 

Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Karanganyar gencar memberi pembinaan pelajar. Tak tanggung-tanggung, anggota satlantas bahkan sampai terjun ke sejumlah sekolah untuk memeriksa langsung kendaraan siswa.

Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Sutarno mengatakan, pembinaan sekaligus sosialisasi tertib berlalu lintas ini dilakukan di sejumlah sekolah di Karanganyar Kota. Seperti SMK Satya Karya Karanganyar, SMAN 2 Karanganyar, SMK Penda Karanganyar dan SMKN 2 Karanganyar.

Sebelum pembinaan, terlebih dahulu personel Satlantas Polres Karanganyar memberikan sosialisasi tentang tertib berlalu lintas dan safety riding kepada para siswa. Penggunaan knalpot brong atau wor pun juga ditekankan dan diminimalisir. Mengingat banyaknya masyarakat yang mengeluhkan penggunaan knalpot tersebut sangat mengganggu pengendara yang lain.

”Hasil pembinaan di SMK Satya Karya Karanganyar terdapat 100 kendaraan kendaraan yang tidak lengkap dan tidak sesuai standar. Seperti knalpot wor, tanpa spion, modifikasi ban kecil tanpa nomor plat, protolan dan lain-lain,” terang Sutarno.

Dia menjelaskan, dalam pembinaan itu tidak ada satu pun kendaraan yang ditilang. Namun pihaknya meminta siswa untuk melengkapi atau mengganti knalpot sesuai standar. Beberapa alat kendaraan yang tidak lengkap juga harus dilengkapi.

”Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua siswa. Harapannya dengan ini kami bisa menekan angka lantas. Di mana pelajar menempati nomor dua yang kerap terlibat laka lantas, bahkan kenalpot brong yang sering terdengar dan digunakan oleh pelajar juga menjadi pemicu keresahan,” jelasnya.

Dikatakan kanitlaka, kendaraan siswa yang tidak lengkap atau knalpotnya tidak sesuai standar ditahan untuk sementara di sekolahan.

”Siswa bisa membawa pulang asalkan mereka melengkapi atau mengganti knalpot sesuai standar. Kemarin mereka sudah melengkapi dan mengganti knnalpot sesuai standar,” pungkasnya.

Bahkan kegiatan tersebut sempat jadi berbincangan di beberapa media sosial. Lantaran aksi yang dilakukan Satlantas terkesan mengada - ada. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia