Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Bupati Tindaklanjuti Keluhan Pedagang, Ajak ASN Belanja di Pasar

16 November 2019, 19: 02: 57 WIB | editor : Perdana

AYO KE PASAR: Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengunjungi sejumlah pasar tradisional di Kota Sragen kemarin (15/11). Langkah ini untuk mengampanyekan belanja di pasar.

AYO KE PASAR: Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengunjungi sejumlah pasar tradisional di Kota Sragen kemarin (15/11). Langkah ini untuk mengampanyekan belanja di pasar. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Omset penjualan pedagang pasar tradisional terus menurun. Mendapati hal itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengajak aparatur sipil negara (ASN) untuk beralih belanja ke pasar tradisional.

Bupati yang akrab disapa Mbak Yuni itu mengaku sering menerima keluhan dari pedagang pasar terkait sepinya pembeli.

”Kami ingin mengecek kondisi pasar sepi atau tidak. Karena ada beberapa kali keluhan soal omset yang menurun,” jelas Mbak Yuni saat belanja di Pasar Bunder, kemarin (15/11).

Mbak Yuni beserta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga memborong aneka dagangan di Pasar Kota yang berada di sisi utara Pasar Bunder. Kegiatan ini untuk menggerakkan ASN agar belanja ke Pasar. Selanjutnya ditiru masyarakat luas dalam memakmurkan pasar.

”Dengan begini masyarakat bisa mengikuti, semoga pasar bisa lebih hidup. Jangan ke mal terus,” imbau Mbak Yuni.

Sekretaris Daerah (sekda) Sragen Tatag Prabawanto mengatakan, aksi blonjo neng pasar rakyat ini merespon kondisi ekonomi di pasar rakyat yang terlihat lesu. Di sisi lain, belanja di pasar rakyat bisa meningkatkan interaksi antar warga. Para camat yang ada di daerahnya juga bergerak mengunjungi pasar tradisional.

”Camat juga untuk menggerakkan para ASN agar belanja ke pasar. Paling tidak dua atau tiga kali dalam seminggu,” ungkapnya.

Ketua Kerukunan Pedagang Pasar Dalam Kota Mario menyambut baik langkah yang ditempuh tersebut. Hanya saja, dia meminta pemkab konsisten. Sehingga tidak hanya menjadi slogan saja. Mengingat kondisi pedagang di pasar memang butuh perhatian akibat lesunya ekonomi.

”Tadi sayangnya bupati tidak menemui pedagang di Pasar Kota. Padahal harapannya juga berbelanja di sini,” ujarnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia