Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Dewan Serap Aspirasi Penyusunan UMK

17 November 2019, 07: 10: 59 WIB | editor : Perdana

BERI PAPARAN: Anggota komisi E DPRD Jateng kunjungan kerja ke Ganesha Technopark, Sragen beberapa waktu lalu.

BERI PAPARAN: Anggota komisi E DPRD Jateng kunjungan kerja ke Ganesha Technopark, Sragen beberapa waktu lalu.

Share this      

SRAGEN – Anggota komisi E DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke Technopark Ganesha Sukowati di Sragen belum lama ini. Kunjungan itu dilakukan untuk perumusan penyusunan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Tengah.

Mereka diterima Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen Sarwaka. Saat pertemuan, Ketua Komisi E Abdul Hamid mengatakan, dalam perhitungan UMK ada beberapa kabupaten sedang dalam proses penghitungan.

“Harus klir penyusunan nominal upah minimum dengan mengacu PP No 78 karena mengakomodasi buruh dan perusahaan. Sistem ekonomi berjalan lancar dan dipandang adil untuk keduanya,” terangnya.

Anggota komisi E lainnya Messy Widiastuti menjelaska, dalam perumusan UMK dan UMP tentunya ada kendala yang harus dihadapi antara perusahaan dan buruh. Sebab, membawa masing-masing kepentingan. Pihak perusahaan biasanya membaca dari sisi perekonomian daerah termasuk hasil jual (pendapatan). Sebaliknya pihak buruh/pekerja tetap meminta dalam pengesahan UMK dilandasi pada kebutuhan hidup layak (KHL). 

“Karena itulah dalam pembahasan upah minimum harus mengedepankan kepentingan bersama,” ungkap anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Menanggapi hal tersebut, Sarwaka menuturkan, Ganesha Technopark mengadakan kegiatan pelatihan tiap bulan untuk menyiapkan skill tenaga kerja andal. Pelatihan mencakup pembuatan makanan, bengkel mobil, perbiakan air conditioner (AC), materi bahasa Inggris, pembuatan web, pelatihan kelas, salon dan lain-lain. Anggaran kegiatan tersebut berasal dari APBD Kabupaten Sragen maupun APBN.

“Tiap tahun mendapatkan alokasi hampir 100 paket (pelatihan). 1.601 orang yang kita latih merupakan warga Sragen. Diambil dari murid SMK kabupaten. Usai pelatihan disalurkan (kerja) dan setelah pelatihan bisa mandiri,” jelasnya. (adv/adi/wa)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia