Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Butuh Rp 20 M untuk Piala Dunia U-20, APBD Solo Sulit Biayai

17 November 2019, 09: 15: 59 WIB | editor : Perdana

AKAN DIROMBAK: Stadion Sriwedari menjadi salah satu lokasi latihan Piala Dunia U-20 pada 2020.

AKAN DIROMBAK: Stadion Sriwedari menjadi salah satu lokasi latihan Piala Dunia U-20 pada 2020. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surakarta membutuhkan anggaran Rp 20 miliar untuk merombak empat dari lima lapangan yang akan menjadi tempat latihan saat Piala Dunia U-20 pada 2020. Sejumlah pihak sudah dihubungi secara resmi untuk membantu memenuhi anggaran tersebut.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sedikitnya mengunjungi enam lokasi kandidat lapangan latihan. Dari enam lapangan, lima di antaranya dikabarkan terpilih.

Kepala Dispora Surakarta Joni Hari Sumantri mengatakan, kelima lapangan itu meliputi Stadion Sriwedari, Lapangan Kota Barat, Lapangan Banyuanyar, Lapangan Karangasem, dan Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

"Hitungan kasar kebutuhan dana guna merombak empat dari lima lapangan itu sekitar Rp 20 miliar. Kami hanya mengajukan permohonan bantuan untuk lapangan yang dimiliki pemkot. Stadion milik UNS hanya kami sebutkan, tapi tidak kami mintakan (bantuan anggaran). Itu kan asetnya orang lain. Masak kami yang meminta. Kan tidak etis,” bebernya, Sabtu (16/11).

Joni menyampaikan angka tersebut mengacu pada kualifikasi training site sesuai standar FIFA. Namun, detailnya tidak bisa dipastikan karena pemkot belum menyusun detail engineering design (DED). 

“Kalau pembenahan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), jelas kami nggak mampu. Karena itulah, kami meminta bantuan dari pusat. Soal pemanfaatan ke depan, pemeliharaan dan sebagainya, akan kami matangkan kemudian,” jelasnya.

Sesuai dengan standar resmi FIFA, sejumlah kriteria training site yang ditetapkan di antaranya memiliki standar minimal internasional berukuran 100x64 meter. Selain itu, berlokasi tak jauh dari hotel atau idealnya sekitar 20 menit mengemudi. 

“Permukaan atau rumput yang ada di lapangan latihan harus sama dengan lapangan pertandingan. Bisa jadi rumputnya sama atau berbeda tidak masalah asal kualitasnya sama,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo meminta penunjukan Kota Bengawan sebagai salah satu kota tuan rumah Piala Dunia harus disambut dengan gembira. 

Sekadar informasi, Stadion Manahan yang baru rampung direvitalisasi dan akan digunakan event Piala Dunia U-20 dijadwalkan diresmikan Presiden JokoWidodo 2 Oktober tapi batal. PSSI kemudian merilis laga uji coba antara Timnas U-23 melawan Timnas Iran U-23 di Stadion Manahan, 13 Oktober. Tapi, PSSI malah merevisi dan mengumumkan laga yang berakhir dengan skor 1-1 digelar di Stadion I Wayan Dipta Bali.

Kabar terbaru, Direktur Keuangan PSSI Setiyo Joko Santosa menyebutkan, peresmian Stadion Manahan besar kemungkinan digelar Desember mendatang. 

Pengusaha asal Solo tersebut membeberkan, PSSI mengagendakan launching Stadion Manahan dibarengi laga uji coba antara Timnas U-21 dengan Timnas U-19 di Kota Solo. Nanti Presiden Jokowi dan petinggi PSSI juga diagendakan datang.

“Namun masih bisa berubah (agenda Timnas di Solo), karena rencananya Timnas Hongaria juga akan datang untuk beruji coba lawan timnas senior. Tapi yang pasti Desember (diwacanakan Stadion Manahan diresmikan),” ucapnya. (irw/nik/wa)

(rs/NIK/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia