Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Ganjar Kembali Pimpin Kagama Hingga 2024

17 November 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Perdana

SATU SUARA: Ganjar Pranowo menerima cenderamata dari Budi Karya pada Munas Kagama XIII di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (15/11).

SATU SUARA: Ganjar Pranowo menerima cenderamata dari Budi Karya pada Munas Kagama XIII di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (15/11). (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

DENPASAR – Ganjar Pranowo kembali terpilih sebagai ketua umum Keluarga Alumni Universitas Gajdah Mada (Kagama) periode 2019-2024 dalam Musyawarah Nasional Kagama XIII di Sanur, Denpasar Bali, Jumat malam (15/11).

Ganjar terpilih secara musyawarah setelah sidang komisi mengeluarkan tiga calon, yaitu Budi Karya, Ganjar Pranowo, dan Anwar Sanusi. 

Setelah tiga nama tersebut diajukan oleh peserta sidang, keputusan diberikan kepada para kandidat untuk bermusyawarah menentukan sosok ketua umum. 

"Kita mentradisikan saja agar musyawarah mufakat bisa dilakukan dan ternyata bisa. Maka sebenarnya proses demokrasinya sudah kita berikan pada peserta Munas dan ternyata lebih banyak yang menginginkan saya, tapi juga ada yang lain," kata Ganjar, Jumat (15/11). 

Bahkan proses musyawarah antara ketiganya berlangsung sangat singkat. Satu per satu kandidat oleh pimpinan sidang dipersilakan naik ke panggung. Begitu Ganjar naik panggung menyusul Budi Karya dan Anwar Sanusi, keduanya begitu saja langsung bersepakat mempercayakan kembali kepemimpinan Kagama kepada Ganjar. 

"Maka cara kami menyelesaikan tidak dengan voting, tapi kita obrolkan di depan. Hanya sekitar 27 detik tadi. Ketika saya naik tangga panggung pada bilang sudah mas Ganjar saja. Dan sepakat. Selesai," katanya. 

Tidak ada ketegangan-ketegangan berarti selama sidang berlangsung sampai penentuan ketua umum. Meski sempat diwarnai usulan adanya Munaslub, menurut Ganjar itu hal yang wajar. Bahkan protes dari politikus Partai Demokrat yang juga alumni Universitas Gadjah Mada Andi Arief yang menginginkan tokoh lain di posisi tertinggi alumni juga dianggap Ganjar sebagai hal wajar. 

"Sekarang tugas kita menyusun kepengurusan karena formatur sudah terbentuk. Mungkin yang lebih banyak diharapkan adalah mengakomodasi yang menjadi keinginan Pengda Pengcab dan komunitas, mereka ingin ada satu akses untuk beraktivitas dan dilindungi pengurus pusat," bebernya. 

Dengan terpilihnya gubernur Jateng itu, berarti ini kali kedua Ganjar memegang tampuk tertinggi Kagama. Menurut Budi Karya, Ganjar memang masih sangat layak meneruskan proses kepemimpinannya. 

"Pak Ganjar memiliki vitalitas dan jaringan yang banyak. Kami berharap Kagama bisa memberikan semangat kebangsaan. Karena beliau gubernur, beliau mengerti apa yang sedang dikembangkan, yang akan dibangun dalam konsep Indonesia maju," ujar Budi Karya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Perhubungan itu juga mengatakan, friksi-friksi yang mewarnai Munas Kagama kali ini cukup sehat. Bahkan usulan-usulan yang keluar tidak melulu soal Kagama, tapi Indonesia. 

"Kita memang bersepakat segala sesuatu dilakukan secara musyawarah. Pertama kali memang floor yang diberikan adalah calon. Setelah dicalonkan tiga, memang setelah di-floor ternyata yang paling banyak adalah Pak Ganjar. Saya melihat teman-teman memiliki kepedulian pada negara ini," katanya. (lhr/wa) 

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia