Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Parkir Citywalk Hanya Gladag-Gendengan

17 November 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

PEDESTRIAN: Pelajar berjalan di citywalk Jalan Slamet Riyadi. Sebagian sela-sela jalur hijau tempat ini dimanfaatkan untuk parkir.

PEDESTRIAN: Pelajar berjalan di citywalk Jalan Slamet Riyadi. Sebagian sela-sela jalur hijau tempat ini dimanfaatkan untuk parkir. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot membatasi pemanfaatan lahan citywalk Jalan Slamet Riyadi untuk perluasan parkir. Nantinya, ekstensifikasi itu hanya fokus di segmen Gladag-Gendengan.

Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Henry Satya menerangkan,  tidak semua jalur hijau di citywalk akan digunakan sebagai kantong parkir. Hanya di kawasan Gladag hingga Gendengan.

"Beberapa segmen citywalk belum tersentuh penataan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Dampaknya, jalur hijau di segmen tersebut tidak bisa dialihfungsikan sebagai lahan parkir," terangnya, Sabtu (16/11).

Menurut Henry, salah satu pertimbangan pemanfaatan citywalk sebagai ruang parkir baru karena tingginya permintaan ruang parkir akibat aktivitas ekonomi di sekitarnya. Kondisi tersebut tidak sebanding dengan lahan parkir off street. 

Sebab itu, pemkot memetakan kebutuhan ruang parkir tambahan di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi atau tepatnya di sela jalur hijau citywalk  mulai Gendengan-Gladag. 

"Di segmen bundaran Purwosari hingga perempatan Purwosari juga tidak ada rencana pemanfaatan ekstensifikasi ruang parkir on street (tepi jalan umum), karena diprediksi terdampak pembangunan fly over (jalan layang) Purwosari," ungkap dia.

Nantinya, seluruh jalur pejalan kaki citywalk Gendengan-Gladag dibagi menjadi lima segmen dan akan dikaji lebih lanjut. Hasil survei lokasi, potensi alih fungsi citywalk sebagai area parkir hanya di bekas jalur hijau selebar 4,5 meter, sedangkan 6 meter luas sisanya tetap dipertahankan untuk pejalan kaki. "Masih dalam pembahasan sebelum hasilnya dipaparkan (ke wali kota)," ujar Henry.

Ketua Asosiasi Parkir Surakarta (Asparta) Ngadiyo mengakui minimnya daya tampung parkir kendaraan di sejumlah segmen citywalk. Misalnya segmen Nonongan-Simpang Pasar Pon dan lainnya. 

"Kami meminta agar penentuan lokasi parkir ini benar-benar diperhatikan agar tepat sasaran dan tidak mengganggu fungsi utama citywalk," ucapnya belum lama ini. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia