Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Justin-Coach Wempi Buka Peluang Gabung DBL All-Star 

17 November 2019, 14: 15: 59 WIB | editor : Perdana

LEGA: Ekspresi Justin Jaya Wiyanto saat mendapat wild card di ajang Honda DBL camp 2019 di Surabaya.

LEGA: Ekspresi Justin Jaya Wiyanto saat mendapat wild card di ajang Honda DBL camp 2019 di Surabaya. (DBL INDONESIA FOR RADAR SOLO)

Share this      

SURABAYA – Bintang SMA Warga Surakarta (Smarga) Justin Jaya Wiyanto mengembangkan senyum lebar. Tepatnya ketika ditanya soal keberhasilannya mendapatkan wild card di ajang DBL Camp 2019.

Dia jelas sumringah, karena sebelumnya namanya dinyatakan tak masuk Top 24 Honda DBL Camp. Dia ternyata mampu mencuri kesempatan lewat status wild card. Menggunakan tiket ini, Justin memiliki kesempatan untuk masuk skuad Honda DBL All-Star 2019.

"Senang sama lega aja bisa masuk Wild Card. Pokoknya di tiap station saya totalitas sama ngotot. Saya juga kombinasikan pola yang diajarkan selama camp dan pola Solo. Saya maksimalkan di semua, offense dan defense," jelas cowok kelahiran Sukoharjo, 8 April 2004 ini.

Justin juga berkaca pada awal mula ia jatuh cinta pada basket. Ia mengatakan, sudah suka basket sejak kelas 4 SD. Tetapi dilarang oleh ayahnya yang ingin dia fokus belajar. Padahal, sang ayah adalah seorang pelatih basket.

Penggemar Harry Potter ini mengakui, pertama kali main basket, ia belum bisa shooting, lay up, dan lain-lain. Tetapi ia sempat mendapat operan dari temannya, dan bolanya masuk ring. Sejak saat itu, Justin tak bisa mengenyahkan basket dari pikirannya.

Jika ditanya siapa sosok inspirasi atas tumbuh kembali skillnya, tentu saja orang tuanyalah. Yang memang ber-background pemain basket. Ayahnya Wempi Wiyanto pernah bermain untuk klub Bhinneka Solo di zaman Galatama.

"Aku maksa ke papa. Aku bilang, aku latihan sekeras apapun nggak apa-apa. Akhirnya papa setuju. Aku mulai latihan fokus itu SMP kelas 7," ceritanya.

Selama membela sekolahnya, Justin dilatih langsung oleh papanya, Wempi Wiyanto. Duet antara ayah dan anak ini terbukti maut. Selain berhasil mengharumkan nama SMA Warga Surakarta, keduanya juga sama-sama masuk Honda DBL Camp 2019. Justin sebagai campers dan Wempi sebagai coach. Wempi pun berhasil masuk jajaran Top 12 Coaches Honda DBL Camp 2019. Dan tentu membuka pintu buatnya untuk bisajadi pelatih DBL All-Star musim ini.

Meski berada di satu lokasi camp, Justin menyebut ia selalu mandiri. Dia tak pernah bergantung pada ayahnya. Ia hanya berpegang teguh pada pesan-pesan ayahnya.

”Papa bilang, 'sing beneran lho ya. Mulai sekarang latihan fokus, dan ngotot,” tirunya.

Ketika ia tak berhasil masuk Top 24 pun, Justin terus mengingat wejangan ayahnya demi meraih wild card. Ia diwanti-wanti agar selalu fokus memerhatikan coach, fokus, dan jangan pernah menyerah.

"Coach ngomong apa, jalanin. Selama di lapangan, fokus, jangan banyak ngobrol. Jangan pernah menyerah juga. Untuk menuju All-Star, aku pokoknya berusaha sekuat tenaga. Play smart, play hard," tegas Justin.

Ketika ditanya siapa pemain basket favoritnya, Justin menggeleng dengan cepat. Ia hanya punya satu nama di pikirannya.

"Pebasket favoritku ya papa. Papa dulu pemain Timnas Junior. Tata cara papa main basket juga aku suka," ucapnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia