Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Setiyo: Tak Ada Embel-Embel Persis GR

Terkait Keinginannya Mengelola Persis Solo

17 November 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Perdana

NGEBET: Direktur Keuangan PSSI Setiyo Joko Santosa berkeinginan untuk jadi owner Persis Solo.

NGEBET: Direktur Keuangan PSSI Setiyo Joko Santosa berkeinginan untuk jadi owner Persis Solo. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kabar keinginan Direktur Keuangan PSSI Setiyo Joko Santosa untuk mengelola Persis Solo, ternyata tak semudah membalikkan tangan. Dia sadar saat ini pengelolaan Persis masih dipegang oleh pengusaha asal Jakarta Vijaya Fitriyasa.

Hal yang membuatnya cukup optimistis bisa mengelola Persis adalah dukungan dari klub-klub internal Persis Solo, yang tak mengakui pembelian 70 persen saham di PT Persis Solo Saestu (PSS). Di mana saham mayoritas di PT PSS tersebut kini jadi milik Vijaya, yang sebelumnya jadi milik Sigid Haryo Wibisono.

Klub internal Persis yang memiliki 10 persen saham tak mengakuinya, dan siap untuk mengadu ke PSSI terkait hal tersebut. Masuknya nama Setiyo, tentu membuat banyak pihak beropini manajemen Persis Muda Gotong Royong (GR) cukup ngotot untuk mengelola Persis saat ini.

Seperti diketahui sebelumnya, Setiyo di Liga 3 2017 masuk sebagai tokoh penting di klub bentukan Askot PSSI Surakarta. Jabatannya kala itu adalah owner. 

”Saya tekankan lagi saya datang ke Solo dengan status independen. Saya sudah tidak di Persis GR lagi. Saya luruskan, bahwa saya saat itu di tim ini (Persis GR) bukan sebagai pendiri, tapi hanya penyokong dana. Itupun dulu saya gabung karena diminta pak F.X. (Hadi Rudyatmo, wali kota Surakarta) untuk ikut membantu klub ini di Liga 3, yang kala itu katanya kesulitan pendanaan. Setelah kompetisi selesai, tentu saya gak meneruskan lagi,” terangnya.

Seperti diketahui, Persis Muda Gotong Royong sendiri awal mulanya bernama Persis Muda. Yang didirikan tahun 2015 untuk menampung potensi beberapa pemain muda eks jebolan Persis junior. Setelah di resmikan tahun 2016, Persis Muda mulai ikut berkompetisi di Liga Indonesia, karenasudah terdaftar sebagai anggota PSSI.

Musim perdananya ikut Liga Nusantara 2016, dan berlanjut Liga 3 2017. Sayang setelah gagal di musim 2017, tim ini vakum dua musim terakhir (2018-2019). Salah satu kendalanya adalah masalah finansial.

“Sebagai pengusaha asli Solo, tentu Persis itu cukup potensial untuk dikembangkan. Dan saya sangat berharap bisa memberikan sumbangsih saya untuk mengembangkan tim ini,” ujar Satriyo.

Sementara itu dijadwalkan sore ini (17/11) perwakilan 24 klub internal Persis Solo akan menemui petinggi PSSI di Jakarta. Salah satu topik pembahasannya yakni terkait masalah pengelolaan klub Persis Solo. Termasuk pernyataan tim internal yang tak mengakui pembelian saham Vijaya Fitriyasa di PT PSS, yang mengelola klub Persis di Liga 2. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia