Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Features

Komunitas Peduli Gangguan Jiwa Griya Schizofren

Ajak Masyarakat Dampingi ODMK

17 November 2019, 15: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Komunitas Peduli Gangguan Jiwa Griya Schizofren

Orang dengan masalah kejiwaaan kerap dianggap mengganggu masyarakat. Anggapan miring tersebut yang terus ingin ditepis komunitas peduli gangguan jiwa griya Griya Schizofren. Seperti apa kiprahnya?

PARA volunteer Griya Schizofren mengabdi di Griya Palang Merah Indonesia (PMI) Peduli Surakarta. Di sana, ada sebanyak 150 jiwa orang dengan masalah kejiwaan (ODMK). Untuk memperhatikan mereka, para volunteer rela mengabdi tanpa bayaran materi.

Founder Griya Schizofren, Triana Rahmawati menjelaskan, secara harfiah, arti dari griya adalah rumah. Schizofren sendiri merupakan kepanjangan dari social, humanity and friendly. Griya Schizofren adalah komunitas pemuda peduli gangguan jiwa yang berada di Solo dan Aceh.

Volunteernya kebanyakan dari kalangan anak muda, baik pelajar maupun mahasiswa. Mereka hadir mendampingi para pengidap gangguan jiwa dengan berbagai macam kegiatan. Mulai dari memberi terapi menyanyi, terapi mengaji, mendongeng dan bernyanyi, menggambar dan mewarnai, menemani memberi makan dan minum obat serta terapi sosial lainnya. Bahkan, mereka juga membantu menjual beragam produk kreatif karya pasien dan mencari sponsor. Harapannya bisa membangun komunikasi positif dan membantu para ODMK melewati sakitnya dengan tetap memberikan dukungan sosial.

”Terapi sosial ini sengaja diberikan untuk mengasah kepekaan sosial mahasiswa sebagai generasi muda dan mengubah mindset bahwa orang dengan masalah kejiwaan itu tidak membahayakan,” papar Triana kepada Jawa Pos Radar Solo.

Triana dan para volunteer percaya, apa yang dilakukan ini mungkin dianggap remeh bagi banyak orang. Tapi tidak untuk mereka yang hidup dalam kesendirian. Misalnya, terapi handmade yang diajarkan di komunitas, jika diajarkan kembali kepada ODMK dapat membantu pemulihan gangguan jiwa. Selain dapat menghasilkan uang dan kepercayaan diri.

”Griya Schizofren hadir untuk membersamai people with mental disorder yang berada di Griya PMI Peduli Surakarta. Tujuannya memupuk kembali harapan melalui interkasi sosial yang intens agar harapan dan semangat hidup terjaga,” jelasnya.

Dia menyarankan agar orang dengan penyakit kejiwaan dirawat di bawah atap yang sama dengan anggota keluarganya. Artinya, tidak diserahkan ke panti.

”Karena kalau di panti, fungsi keluarga sebagai pihak yang dibutuhkan itu akan hilang. Kehilangan fungsi keluarga ini bisa jadi menghambat penyembuhan pasien. Harapannya, banyak orang yang mau merawat anggota keluarga dengan penyakit kejiwaannya itu di rumah. Sebab merawat keluarga dengan penyakit kejiwaan di rumah sendiri itu jauh lebih baik ketimbang di panti,” tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia