Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Ngaku Orang EO & Ngajak Pentas, Warga Kaltim Tipu Puluhan Siswa SMK

18 November 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Ngaku Orang EO & Ngajak Pentas, Warga Kaltim Tipu Puluhan Siswa SMK

BOYOLALI - Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi guru agar tak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal dan mengaku-ngaku sebagai apa pun. Sebab, puluhan siswa di SMK Karya Nugraha belum lama ini kena tipu muslihat oleh seseorang yang mengaku dari sebuah event organizer (EO).

Pelaku bernama Syaid Muhammad Ferhad, 39, itu mengaku dari Laweyan Enertainment. Beberapa waktu lalu, dia mendatangi SMK Karya Nugraha Boyolali.

“Jadi Selasa pagi (12/11), tersangka mendatangani SMK Karya Nugraha. Setelah bertemu salah satu guru, lalu menawarkan untuk mengajak siswa mengikuti pentas,” kata Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro melalui Kasat Reskrim Iptu Mulyanto, Minggu (17/11).

Pelaku terlihat meyakinkan benar. Setelah berbincang dengan guru, dia kemudian melihat penampilan tari sejumlah siswa. Setelah itu, 20 siswa tersebut diajak foto bersama di sebuah tempat rias pengantin di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo.

Namun, saat sesi foto, siswa diminta untuk tidak membawa ponsel. Seluruh ponsel siswa dikumpulkan pelaku. Nah, di sinilah pelaku mulai beraksi.

Tanpa sepengetahuan para siswa, pelaku kabur membawa motor salah satu siswa dan ponsel yang dikumpulkan tersebut. Sadar atas kejadian penipuan tersebut, pihak sekolah melaporkan kasus itu ke Polres Boyolali.

Dari laporan, Tim Sapu Jagad Sat Reskrim Polres Boyolali bergegas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hingga kemudian, diperoleh informasi jika pelaku berada di Jogja.

Pelaku yang merupakan warga Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) itu pun ditangkap dan dibawa ke Mapolres Boyolali. “Tersangka sudah ditahan untuk penyidikan lebih lanjut. Kami juga mengamankan sebuah motor Yamaha NMax,” imbuh Mulyanto.

Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya, tersangka terancam hukuman 9 tahun penjara. Tersangka dikenakan pasal 372 juncto 378 KUHP tentang penggelapan. (wid/ria) 


(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia