Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pascaputing Beliung Sukoharjo, Kerugian Material Capai Rp 274 Juta

18 November 2019, 10: 40: 59 WIB | editor : Perdana

Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung dan tertimpa tiang listrik ambruk

Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung dan tertimpa tiang listrik ambruk (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Kerugian material akibat musibah angin puting beliung di sejumlah wilayah di Sukoharjo mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah rumah milik warga roboh.

Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, kerugian akibat terjangan puting beliung di empat kecamatan mencapai Rp 274 juta. Sejak Minggu (17/11), BPBD bersama tim relawan masih melakukan upaya pembersihan dan bergotong royong membantu rumah warga yang terdampak.

"Kerusakan kategori ringan yang paling banyak terjadi. Karena tidak hanya rumah, namun juga tiang listrik," terang Maryanto.

Terjangan angin puting beliung kali ini cukup luas. Rata-rata rumah warga mengalami rusak ringan. Seperti genting yang terbawa angin maupun atap tertimpa pohon. Ada rumah roboh karena memang terbuat dari bambu.

Di Kecamatan Baki, ada empat desa yang terkena terjangan angin. Yakni Desa Kadilangu, Menuran, Duwet, dan Kudu. Selain itu, empat desa di Kecamatan Gatak juga turut diamuk puting beliung. Seperti Desa Trangsan, Trosemi, Geneng, dan Gawok.

Sementara di Kecamatan Sukoharjo angin menerjang Desa Bulakrejo, Sukoharjo, dan Seyegan. Rata-rata angin memporakporandakan rumah warga. Di Kecamatan Sukoharjo, enam rumah roboh dan sembilan atap rumah tersapu angin.

"Di Kecamatan Grogol hanya menerjang di Desa Parangjoro. Setidaknya empat atap rumah roboh dan satu tiang listrik roboh menimpa atap rumah milik Wiyono di Dusun Badran, Parangjoro, Grogol," pungkas Maryanto. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia