Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Suguhkan Ketoprak, Bawaslu Sragen Ajak Awasi Pilkada

18 November 2019, 15: 08: 01 WIB | editor : Perdana

Suguhkan Ketoprak, Bawaslu Sragen Ajak Awasi Pilkada

SRAGEN – Masyarakat Indonesia dikenal aktif melestarikan budaya bangsanya, salah satunya tentu saja masyarakat di Sragen. Setiap pagelaran acara budaya, selalu dibanjiri masyarakat yang berjubel untuk menonton. Salah satunya seni budaya ketoprak, yang sampai saat ini masih digemari warga Bumi Sukowati.

Melalui pendekatan budaya ini Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sragen, berusaha mengeratkan hubungan dengan warga. Lembaga yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) ini melihat dengan pendekatan budaya dinilai efektif. Terbukti ratusan warga Kecamatan Sambirejo dan sekitarnya berbondong-bondong menuju Lapangan Sambirejo pada Sabtu (16/11).

Pagelaran dengan tajuk ”Pentas Budaya Menjaga Budaya Bumi Sukowati dan Mengunggah Pengawasan Partisipatif Masyarakat Terhadap Pemilu” ini dirasa sesuai dengan harapan. Ratusan warga terhibur dengan penampilan sejumlah seniman.

Mulai dari pertunjukan organ tunggal, Tari Kethek Ogleng yang berbaur dengan unsur komedi dan pentas drama tradisional ketoprak, diperankan oleh para seniman dari Ketoprak Ngampung Balekambang.

Acara ini digelar di Sambirejo yang sejatinya jauh dari pusat kota, namun tidak menyurutkan animo masyarakat. Hal ini terlihat hiburan yang digelar di event ini, terlihat ramai dikunjungi masyarakat sekitar.

Dengan menghadirkan ketoprak ini, Bawaslu juga menyampaikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Lantas dia menegaskan dengan sengaja menyajikan pendekatan budaya agar lebih mudah diterima masyarakat luas. 

”Kami memilih ketoprak, karena ketoprak bisa dinikmati semua kalangan. Kami kemas sosialisasi lewat seni ketoprak,” ujarnya.

Dia menyampaikan Bawaslu gencar melakukan sosialisasi, ini demi meningkatkan partisipasi masyarakat. Mengingat Kabupaten Sragen akan menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati pada  23 september 2020. Meski hanya sehari, namun pesta demokrasi membutuhkan proses dan tahapan yang panjang.

”Kedepan harapan kami masyarakat lebih banyak ikut berpartisipasi. Jika ada kasus dan laporan yang menyalahi aturan, silahkan dilaporkan. Seperti money politics, berita hoax, netralitas ASN dan maupun politisasi sara. Harapan kami pemilu berjalan aman lancar dan tertib,” terangnya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia