Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Wacanakan Sampah Jadi Alat Bayar Naik Batik Solo Trans

18 November 2019, 16: 20: 17 WIB | editor : Perdana

Komisi II DPRD mewacanakan alat bayar naik BST menggunakan sampah

Komisi II DPRD mewacanakan alat bayar naik BST menggunakan sampah (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pengelolaan sampah di Kota Surakarta membutuhkan inovasi yang cerdas. Salah satunya adalah memberlakukan sampah sebagai pengganti alat bayar.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Surakarta Janjang Sumaryono Aji mengatakan, pemkot dapat mencoba menggunakan sampah sebagai pengganti alat bayar pada moda transportasi, seperti Batik Solo Trans (BST). Misalnya masyarakat dapat naik BST dengan memberikan sampah berupa botol bekas air mineral. Botol tersebut disetarakan dengan alat pembayaran lainnya.

"Misalnya tiga botol air mineral berukuran besar setara satu tiket BST. Masyarakat cukup menyerahkan botol tersebut di halte khusus," kata Janjang, Senin (18/11).

Selanjutnya, dari pengelola BST akan membawa botol tersebut ke bank sampah untuk ditukarkan dengan uang. Sebab, botol-botol tersebut masih diburu para pengrajin daur ulang untuk dibuat kerajinan yang memiliki nilai jual. Selama ini bank sampah telah membina para pengrajin dari barang bekas.

"Memang perlu persiapan yang matang, baik dari BST, bank sampah, pengrajin hingga masyarakat pengguna jasa BST," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta Sri Wardhani mengatakan, mengelola sampah bukanlah urusan yang mudah. Pemkot beberapa kali melakukan studi banding dengan daerah lain ihwal pengelolaan sampah.

Namun, kerap kali inovasi yang dilakukan di sebuah daerah tidak dapat diaplikasikan di Solo. Meski demikian, dia menyambut baik gagasan-gagasan solusi yang selama ini dimunculkan. (irw/ria)


(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia