Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten
Khayun Nur Fajrin, Kades 28 Tahun di Klaten

Cara Kades Termuda Membangun Desa, Akan Rangkul Pendukung Petahana

19 November 2019, 10: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Khayun Nur Fajrin, kades termuda di Klaten

Khayun Nur Fajrin, kades termuda di Klaten (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Khayun Nur Fajrin terpilih sebagai kepala desa (Kades) Malangan, Kecamatan Tulung di usianya yang tergolong muda. Baru 28 tahun. Usai pelantikan bersama 76 kades tepilih di Pendapa Pemkab Klaten, Sabtu (16/11), dia ingin menggelontorkan sejumlah program pembangunan.

Fajrin maju dalam pilkades serentak gelombang III, 9 Oktober lalu. Pria kelahiran Klaten, 13 September 1991 ini menang. Meraup 1.263 suara. Mengalahkan petahana Subagyo (1.090 suara).

Terpilihnya Fajrin sebagai kades tidak datang tiba-tiba. Usulan pencalonan datang dari para tokoh pemuda yang menginginkan perubahan. Para tokoh pemuda itulah yang lebih banyak bergerak mendukung Fajrin mengikuti kontestasi pilkades serentak gelombang III.

“Sebelumnya saya ketua karang taruna dan mengenal banyak tokoh desa. Saya tidak akan canggung menjalankan tugas sebagai kades,” ujar lulusan D3 Jurusan Komputer dan Sistem Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja ini.

Fajrin ingin mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Malangan yang sudah terbentuk. Sebab, unit usaha yang dijalankan sebatas simpan pinjam. Dia berharap lahir unit-unit usaha baru.

Salah satu potensi yang belum digarap, menurut dia, adalah sumber mata air. Selama ini air alami yang keluar baru dimanfaatkan untuk pengairan.

“Letaknya cukup jauh di sekitar sungai. Bisa saja dikembangkan dengan memanfaatkan airnya. Selain itu, saya juga ingin membangun dan mengembangkan ruko yang dikelola BUMDes,” bebernya.

Infrastruktur juga jadi sorotan Fajrin. Terutama pembenahan balai desa yang kurang representatif. Plus pembangunan lapangan desa. Diharapkan semua kegiatan masyarakat fokus di lapangan itu.

“Saya ingin kedepankan transparansi pembangunan desa. Melalui keterlibatan masyarakat sejak pembahasan hingga pelaksanaan. Jadi ketika ada proyek, tidak langsung dikerjakan. Itu yang belum optimal sebelumnya,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Fajrin bakal merangkul seluruh warga tanpa membeda-bedakan. Termasuk mengayomi warga pendukung calon petahana yang saat pilkades menjadi rivalnya. Pendekatan dilakukan melalui pertemuan di tiap dusun. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia