Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Garap Ruang Kreatif, Pemkot Solo Siasati Minim SDA

19 November 2019, 12: 51: 54 WIB | editor : Perdana

MULTIFUNGSI: Pendapa Kelurahan Mangkubumen kerap untuk event seni dan ekonomi kreatif.

MULTIFUNGSI: Pendapa Kelurahan Mangkubumen kerap untuk event seni dan ekonomi kreatif. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Segala cara dilakukan pemkot untuk menggali potensi baru pariwisata. Di antaranya dengan mengoptimalkan ruang-ruang kreatif agar memberi manfaat lebih bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Surakarta Nunuk Marihastuti mengungkapkan, saat ini terdapat 170 ruang kreatif. “Ruang kreatif ini tersebar di berbagai titik. Ada yang aset pemkot maupun swasta. Kemungkinan masih banyak yang belum sempat terdata," terangnya di sela diskusi pengelolaan ruang kreatif di Kota Surakarta, Senin (18/11).

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 25 perwakilan kelurahan yang kerap memberikan fasilitas atau aset kelurahan untuk ruang kreatif masyarakat, sedangkan dari pihak swasta ada pengelola Rumah Banjarsari, Rumah Budaya Kratonan, Komunitas Pakem (Pasar Kembang) dan sebagainya. 

Optimalisasi ruang kreatif itu penting dilakukan mengingat minimnya sumber daya alam (SDA) di Kota Solo yang bisa dikelola untuk menambah pendapatan asli daerah.

“Ini guna mengarahkan pemanfaatan ruang kreatif sebagai penopang pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kreatif. Contohnya pemanfaatan pendapa Kelurahan Mangkubumen untuk kegiatan seni dan ekonomi kreatif,” ujar dia.

Sekadar informasi, sejak diresmikan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo pada 7 Desember 2017, pemanfaatan bangunan berbentuk joglo ini diarahkan untuk kepentingan publik, khususnya warga Mangkubumen.

Kini, pendapa yang diberi nama Sasono Krida Warga Mangkubumen kini menjadi pusat ekonomi baru masyarakat. "Biasanya bangunan aset pemerintah itu hanya sebatas untuk rapat, sosialisasi, dan lainnya. Bisa dibilang tak begitu termanfaatkan oleh masyarakat. Makanya pendapa pun akhirnya dibuka untuk masyarakat dan diberdayakan untuk kebangkitan ekonomi masyarakat," terang Lurah Mangkubumen, Beni Supartono Putro.

Pemanfatan pendapa Kelurahan Mangkubemen untuk ruang ekonomi kreatif itu gratis. Termasuk  listrik dan air. Perputaran uang per bulan bisa tembus Rp 150 juta dari 24 pedagang yang semuanya asli warga setempat.

"Pemanfaatan ruang kreatif harus didukung dengan kebijakan nyata agar bisa hasilnya dirasakan masyarakat," jelasnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia