Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Ikan Bendungan Karet Mati Bukan karena Racun, tapi Setrum

19 November 2019, 13: 02: 10 WIB | editor : Perdana

RUSAK EKOSISTEM: Warga memungut ikan-ikan yang mati di sekitar Bendung Karet Tirtonadi.

RUSAK EKOSISTEM: Warga memungut ikan-ikan yang mati di sekitar Bendung Karet Tirtonadi. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo memastikan penyebab matinya ikan-ikan di Bendung Karet Tirtonadi bukan karena air sungai setempat tercemar limbah. Namun, akibat aksi nakal pencari ikan.

Beberapa pencari ikan, kata wali kota, menggunakan setrum untuk melumpuhkan ikan. Mereka tidak sadar jika cara tersebut juga membunuh ikan-ikan kecil, sedangkan yang diambil hanya ikan berukuran besar. “Itu bukan karena pencemaran, jelas disetrum itu. Saya tahu," katanya, Senin (18/11).

Pria yang akrab disapa Rudy itu meminta masyarakat menangkap ikan dengan bijak. Dia memperbolehkan penangkapan ikan dengan pancing dan melarang menggunakan setrum serta obat kimia. 

"Itu nek saya lihat, mlayu mereka (Itu kalau ketahuan saya, mereka lari). Saya sampaikan jangan disetrum apalagi diobat. Kasihan ikan-ikan kecil. Yang mati banyak," tegasnya.

Untuk menghentikan aksi setrum dan racun, pemkot memperketat pengawasan dengan melibatkan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) satpol PP. Mereka bertugas secara bertahap selama 24 jam. Jika ada yang melanggar, petugas akan memberi peringatan dan pembinaan. Jika masih nekat maka alat setrum akan disita. Kawasan kali anyar diketahui memang dihuni ribuan ikan. Wali kota sendiri juga pernah menebar ikan lele dan nila di bawah Bendung Karet Tirtonadi setahun silam.

Sebelumnya Ketua Komisi II DPRD Surakarta Y.F.Sukasno meminta pemkot mengidentifikasi air yang mengalir di kawasan Bendung Karet Tirtonadi. Sebab pekan lalu ditemukan buih relatif banyak. Bersamaan dengan itu, terlihat ribuan ikan mati. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia