Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Hadapi Industri 4.0, Perusahaan Didorong Tingkatkan Mutu dan Produk

19 November 2019, 13: 32: 38 WIB | editor : Perdana

Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIII

Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIII (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Seluruh perusahaan dituntut meningkatkan mutu dari produk yang dihasilkan. Agar bisa bersaing di era revolusi industri 4.0. Mengingat negara lain sudah mengeluarkan inovasi terkini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara global.

Hal ini mengemuka dalam Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIII di Solo, kemarin (18/11). Kegiatan ini sendiri berlangsung sejak 8-22 November. Memacu semangat perusahaan untuk berinovasi, akan diberikan wadah khusus presentasi. Sekaligus diskusi untuk menemukan ide maupun gagasan baru. 

“Temu karya ini wadah unjuk kebolehan dan keberhasilan dari perusahaan-perusahaan swasta nasional dan BUMN. Dalam mengelola mutu dan produktivitas perusahaan. Baik perseorangan maupun kelompok dengan berbagai pendekataan sistem manajemen. Dan helatan ini pertama kalinya digelar di Solo,” terang ketua komite kegiatan Soenarso.

Temu karya ini didukung Kementerian Ketenagakerjaan dan Asian Productivity Organization (APO). Serta Asosiasi Manajemen Mutu and Produktivitas Indonesia (AMMPI). Antusias dan jumlah perusahaan yang ingin memamerkan produknya terus meningkat. 

Tercatat 1.739 orang dari 172 perusahaan ambil bagian. Dibagi dalam 419 tim penyaji. Pesertanya tak hanya dari Kota Solo dan sekitarnya. Tetapi seluruh Indonesia. Diharapkan ajang ini berdampak pada kunjungan wisata domestik.

Dirjen Binalattas Kementerian Tenaga Kerja Bambang Satrio Lelono menambahkan, forum ini bisa jadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dalam upaya peningkatan mutu, produktivitas, dan inovasi. “Sehingga punya makna penting dalam memberi sumbangsih bagi perkembangan keberhasilan pembangunan di Indonesia di era revolusi industri 4.0,” paparnya. 

Sementara itu, Sekjen AMMPI Toto Suharto menyebut organisasi profesi nirlaba rutin menggelar sosialisasi. Terkait pentingnya aspek mutu dan produktivitas perusahaan. Didukung para praktisi mutu dari berbagai lembaga dan organisasi.

“Hal ini memicu dan memacu munculnya karya-karya bermutu tinggi dalam semua organisasi. Termasuk lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, BUMN, BUMS, koperasi, LSM, dan lembaga pendidikan. Pada akhirnya diharapkan mampu memberi pengaruh positif terhadap kemajuan bangsa,” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia