Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Tari Derkuku Karang, Simbol Kebersamaan

19 November 2019, 13: 40: 27 WIB | editor : Perdana

MERIAH: Sebanyak 1.500 penari menarikan Tari Derkuku Karang dalam rangka HUT Kabupaten Karanganyar ke-102 di Alun-Alun Karanganyar, kemarin (18/11).

MERIAH: Sebanyak 1.500 penari menarikan Tari Derkuku Karang dalam rangka HUT Kabupaten Karanganyar ke-102 di Alun-Alun Karanganyar, kemarin (18/11). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Rangkaian acara memperingati Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-102 juga diisi dengan pentas seni yang menarik. Sebanyak 1.500 penari menarikan Tari Derkuku Karang di Alun-Alun Karanganyar, kemarin (18/11). Tari tersebut sebagai simbol kebersamaan para pejuang yang dipimpin Raden Mas Said dalam melawan penjajah.

Penari dari pelajar SMP hingga guru seni. Juga diikuti forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) Karanganyar. Koreografer tari Ari Kuntarto mengatakan, tari Derkuku Karang menggambarkan kisah perjuangan Raden Mas Said yang dibantu 40 penggawa dalam menghancurkan penjajah. Bermodalkan kebersamaan, Raden Mas Said dan tentaranya selalu menyulitkan penjajah. Slogannya "tiji tibeh: mati siji mati kabeh, mukti siji mukti kabeh”. Artinya mati satu mati semua, makmur satu makmur semua.

Juga tidak terlepas dari sosok Nyi Ageng Karang yang memberikan ilmu dan tuntunan melalui media jenang bekatul dan makan burung Mukti Kabeh Derkuku.

”Jenang bekatul adalah filosofi metode peperangan. Sedangkan burung Derkuku menjadi filosofi ritual sakral, karena menjadi awal munculnya pemimpin baru di tanah Jawa. Tempat pertemuan Raden Mas Said dan Nyi Ageng Karang diberi nama Karanganyar,” terang Ari.

Tak hanya itu, juga dilakukan pelepasan 102 burung derkuku. Penampilan marching band universitas, aero modeling Lanud Adi Sumarmo juga menampilkan pertunjukan pesawat tanpa awak.

Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap masyarakat Karanganyar sengkuyungan bareng membawa kabupaten lebih baik.

”Dengan filsafah tri dharma Pengeran Sambernyawa, maka kita haru bisa yakin bersama – sama untuk memabawa Karanganyar lebih baik. Rumangsa melu handarbeni, wajib melu hangrungkebi, mulat sarira hangrasa wani,” tegas bupati. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia