Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Kuota 30 Persen Untuk Panwascam Perempuan

19 November 2019, 13: 44: 54 WIB | editor : Perdana

BERI PAPARAN: Bawaslu akan merekrut anggota panwascam untuk mengisi 60 kursi.

BERI PAPARAN: Bawaslu akan merekrut anggota panwascam untuk mengisi 60 kursi. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Peluang perempuan terlibat dalam pelaksanaan pesta demokrasi semakin terbuka lebar. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sragen menyediakan kuota 30 persen anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dari total 60 posisi yang diperebutkan.

Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budhi Prasetya menyampaikan, bawaslu dituntut untuk memenuhi 30 persen kuota perempuan dari 60 posisi panwascam di Sragen.

”Dari 60 panwascam, sekitar 18 disediakan untuk kuota perempuan,” terang Budhi, kemarin (18/11).

Pihaknya menyampaikan anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sragen 2020 disepakati Rp 6,8 miliar. Itu setelah melakukan pembahasan yang alot dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Angaran bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Dari anggaran tersebut, salah satunya digunakan untuk honor bagi para pengawas. Baik di tingkat kecamatan, desa/kelurahan sampai tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Untuk ketua panwascam mendapat Rp 1,250 juta, sedangkan anggota panwascam mendapat Rp 1 jutab per bulan. Dalam masa kerja 10 bulan. Sedang petugas pengawas lapangan (PPL) mendapat Rp 700 ribu untuk delapan bulan masa kerja. Sedangkan petugas pengawas TPS mendapat Rp 400 ribu untuk masa kerja selama sebulan.

Koordinator Divisi SDM Bawaslu Sragen Edy Suprapto menambahkan, ada kelonggaran persyaratan. Yakni surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba. Karena biaya cukup mahal, pendaftar bisa mengurus setelah dinyatakan terpilih.

”Ini hanya dikeluarkan oleh RSUD Sragen dan polres untuk narkoba. Biaya cukup besar dan kami toleransi,” terang dia.

Jika sudah diterima namun tidak memenuhi syarat itu, maka dipastikan tidak jadi dilantik. Posisi akan diisi pendaftar nomor urut di bawahnya. Soal PPL, Sragen membutuhkan 208 personel. Sedangkan pengawas TPS, bawaslu membutuhkan 1.644 pessonel yang direkrut sesuai tahapan.

”Meski banyak, namun itu kurang. Makanya kami butuh pengawas partisipatif dari masyarakat dan termasuk peserta pemilu,” terang Edy. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia