Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

RS PKU Muhammadiyah Jatinom Kedatangan Pengantre Adopsi Bayi Dibuang

19 November 2019, 13: 57: 17 WIB | editor : Perdana

SEHAT: Bayi yang dibuang dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Klaten, kemarin.

SEHAT: Bayi yang dibuang dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Klaten, kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Penemuan bayi perempuan di tempat pembuangan sampah medis RSU PKU Muhammadiyah Jatinom, Jumat malam (15/11) mengundang perhatian masyarakat. Pihak rumah sakit setempat kedatangan lima orang yang ingin mengadopsi bayi tersebut. Jumlahnya bertambah lima pemohon lagi lewat kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Klaten.

“Penanganan penemuan bayi prinsipnya sama. Kepolisian membuat laporan kepada Dinsos P3AKB Klaten. Tetapi tidak langsung dibawa ke kami, melainkan masih di rumah sakit yang menangani. Karena harus diobservasi dulu kondisi kesehatannya,” jelas Staf Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PLKSAI) Klaten Auli Septa Arini, kemarin (18/11).

Dinsos bakal mengeluarkan rekomendasi terkait perawatan bayi di rumah sakit bersangkutan. Apabila kondisi bayi membaik, akan diserahkan ke Sasana Pelayanan Sosial Woro Wiloso Salatiga milik Pemprov Jawa Tengah.

Terkait keinginan masyarakat yang hendak mengadopsi, merupakan kewenangan Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov Jateng. Aulia menyarankan masyarakat yang hendak mengadopsi langsung mendatangi Sasana Pelayanan Sosial Woro Wiloso Salatiga.

“Banyak yang tanya prosedur adopsi. Tadi (kemarin) sudah ada lima orang. Belum lagi yang lewat telepon. Meraka berasal dari Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali,” imbuhnya.

Aulia menjelaskan, ada beberapa tahapan adopsi. Syaratnya, sudah berumur 30-55 tahun. Mampu secara ekonomi untuk merawat dan membesarkan anak. “Surat rekomendasi yang mengeluarkan Dinsos Pemprov Jateng. Selanjutnya diproses di persidangan,” bebernya.

Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Perlindungan Anak PLKSAI Klaten Nur Sakuri menambahkan, tahun ini terdapat dua bayi telantar. Kasus sebelumnya di Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia