Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Bupati: Kontribusi Dewan Pendidikan Nihil

Aktif atau Vakum Tak Pengaruhi KBM

19 November 2019, 16: 53: 41 WIB | editor : Perdana

BERINTERAKSI: Pelajar berebut bersalaman dengan Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Pemkab berupaua menjamin kualitas pendidikan mereka.

BERINTERAKSI: Pelajar berebut bersalaman dengan Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Pemkab berupaua menjamin kualitas pendidikan mereka.

Share this      

WONOGIRI – Dewan pendidikan memiliki fungsi monitoring agar kualitas pendidikan di Kabupaten Sukses optimal. Namun, selama ini kiprah mereka dinilai melempem bahkan malah vakum. 

Kondisi tersebut tak mengusik Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Sebab, menurutnya, pemkab tidak mendapatkan input apa pun dari Dewan Pendidikan.

Bupati mengakui pemkab sudah melakukan seleksi untuk membentuk Dewan Pendidikan. Namun, hingga saat ini, sebagai kepala daerah, Joko Sutopo belum melantiknya.

"Bicara dewan pendidikan, rekomendasi yang diberikan pada pemerintah daerah apa? Kalau cuma bicara, mohon maaf, perekrutan, organisasi, tapi tidak ada input bagi kami," ujarnya, Senin (18/11).

Ditandaskan bupati, pihaknya belum pernah menerima rekomendasi dari hasil fungsi kontrol Dewan Pendidikan. "Maka pertanyaannya kan harus ada semacam pencermatan. Kita duduk bersama dulu ke mana goal-nya Dewan Pendidikan ini? Kita pertanyakan dulu fungsi Dewan Pendidikan yang direkomendasikan oleh pemerintah apa dulu? Dewan Pendidikan kan sebagai dewan pengawas. Di situ ada fungsi monitoring, ada catatan, ada rekomendasi, ada resumenya. Karena disitu ada tanggung jawab," beber dia.

Menurut Joko Sutopo, tanpa Dewan Pendidikan, tidak memengaruhi kualitas pendidikan di Wonogiri. Kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap lancar.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sriyanto mengatakan, anggota Dewan Pendidikan berasal dari elemen masyarakat dan biaya operasional dari pemkab. "Proses rekrutmen sudah, tapi belum dilantik bupati," jelas dia.

Dewan Pendidikan, lanjut Sriyanto, bertugas mendampingi dinas pendidikan dan kebudayaan mencapai visi dan misi. “Tahun ini kita tidak menganggarkan (biaya operasional), karena tidak ada pengurusnya. Nanti, kalau ada ya dianggarkan," terangnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia