Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Aula SMKN 1 Miri Ambruk Diterjang Puting Beliung,Puluhan Siswa Terluka

20 November 2019, 21: 07: 01 WIB | editor : Perdana

siswa yang menjadi korban dirawat di rumah sakit di Gemolong, Sragen

siswa yang menjadi korban dirawat di rumah sakit di Gemolong, Sragen (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Puluhan siswa SMKN 1 Miri, Sragen mengalami luka berat hingga ringan tertimpa pendapa sekolah yang ambruk, Rabu sore (21/11). Robohnya bangunan joglo ini setelah diterpa hujan deras disertai puting beliung. Saat ini para korban sebagian masih dirawat di rumah sakit. 

Hujan mulai turun pukul 14.30. Saat itu sejumlah siswa jurusan teknik pengelasan sedang menjalankan praktik mengelas di dekat aula terbuka. Mereka terdiri dari siswa kelas X dan XI.  Saat hujan datang, para siswa langsung lari berteduh di aula terbuka tersebut. Pada saat itu guru melihat bangunan sudah mulai bergoyang. Lantas guru meminta para siswa meninggalkan aula.

Sebagian anak yang mendengar instruksi itu langsung lari menjauh dari aula. Namun, sebagian terlambat. Mereka tertimpa bangunan aula yang roboh total.  Sebagian siswa menderita luka ringan, namun ada beberapa mengalami patah tulang. Data sementara, terdapat 22 siswa dan satu guru mengalami luka. Baik luka berat maupun ringan. Sementara bangunan berukuran 8 meter x 12 meter itu rata dengan tanah. 

Menurut keterangan seorang siswa yang dirawat di Rumah Sakit Assalam Gemolong Bagas Arya Putra, 16, saat datang angin kencang, dia bersama beberapa siswa sempat berlari.  Namun tiba-tiba ada benda keras menimpa kepalanya hingga pingsan. “Saya tidak tahu apa yang setelah itu,” ujar siswa kelas XI asal Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe ini.  

Kepala SMKN 1 Miri Sarno menyampaikan kejadian cukup cepat.  Saat kejadian memang sedang ada praktik las buat pagar. Hujan sangat deras sampai jarak pandang terganggu. “Guru sempat menghalau karena siswa banyak di sana (aula). Ada satu guru juga yang kena.  Tapi tidak apa-apa karena juga ikut menolong,” kata Sarno. 

Sampai saat ini dari 22 siswa yang terluka, ada 17 masih dirawat di rumah sakit.  Mereka terkena bangunan yang roboh. Tiga di antaranya mengalami patah tulang dan dirujuk ke Rumah Sakit Karima Utama Solo. (din/bun/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia