Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Proyek Pasar Klewer Timur Dimulai, Gugatan ke Wali Kota Solo Dicabut

21 November 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Lahan yang segera dibangun Pasar Klewer timur

Lahan yang segera dibangun Pasar Klewer timur (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Penggugat pembangunan Pasar Klewer sisi timur akhirnya mencabut gugatan mereka, kemarin. Langkah ini dilakukan setelah ada kepastian terkait pelaksanaan proyek hingga pemenang lelang tender pembangunan pasar sudah jalan.

Kesepakatan ini muncul dalam sidang perdata di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Rabu (21/11). Sidang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surakarta Krosbin Lumbangaol dan dihadiri langsung Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Sebab, orang nomor satu di Kota Solo ini menjadi salah satu pihak yang digugat dalam perkara ini.

Ditemui seusai persidangan, wali kota mengaku  tak mempersoalkan bila ada warga yang menggugat dirinya terkait lambatnya realisasi pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Bahkan, dia justru merasa bersyukur. “Saya secara kelembagaan maupun pribadi, terima kasih sudah digugat,” kata pria yang akrab disapa Rudy ini.

Menurutnya, dengan adanya gugatan ke PN Surakarta ini, secara langsung atau tidak turut mempercepat proses realisasi pembangunan Pasar Klewer sisi timur.  Sebab, saat peresmian Pasar Klewer sisi barat pada 2017 lalu, sudah disampaikan bila yang akan membangun adalah pemerintah pusat. “Kalau saya mengeluarkan uang untuk membangun, nanti dianggap APBD Kota Solo mampu,” ujarnya.

Tetapi, ditegaskan Rudy, sejatinya bukan soal mampu atau tidak mampu membangun Pasar Klewer sisi timur. Melainkan soal etika. “Kalau pusat ingin membangun, ‎pemkot harus menunggu putusan dari pusat,” tutur Rudy.

Dengan adanya gugatan ini, yang diuntungkan adalah masyarakat dan para pedagang. Sebab, realisasi pembangunan semakin cepat. Pemkot  tak perlu lagi membayar sewa alun-alun utara ke Keraton Kasunanan Surakarta. “Otomatis APBD juga bisa hemat,” ucapnya

Sekadar informasi, pemkot harus mengeluarkan uang sewa lahan untuk relokasi sementara pedagang Pasar Klewer di alun-alun utara, sebesar Rp10 miliar selama tiga tahun. Uang sewa dibayarkan kepada pemilik alun-alun, yakni Keraton Kasunanan Surakarta.

Anggota tim kuasa hukum penggugat, Sigit Sudibyanto mengatakan, tujuan gugatan adalah meminta kejelasan dari pemerintah terkait pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Saat ini sudah ada pemenang lelang untuk pembangunan pasar tersebut. Di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

“Karena sudah ada pemenang lelang, berarti kan sudah ada kejelasan dan akan segera dibangun.  Berarti inti dari gugatan sudah tercapai, makanya gugatan kami cabut. Nanti prosesnya kita kawal saja,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga menggugat Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo atas mangkraknya pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Selain wali kota, pihak tergugat lain adalah menteri perdagangan dan Presiden Joko Widodo. 

Setelah melalui mediasi dan empat kali persidangan, ternyata sudah ada kejelasan terkait pembangunan Pasar Klewer. Di mana untuk mempercepat realisasi pembangunan, kewenangan pengerjaan proyek diserahkan dari Kementerian Perdagangan ke Kementerian PUPR. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia