Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Pusat Gelontor UNS Rp 30 M per Tahun Untuk Penelitian

22 November 2019, 15: 00: 51 WIB | editor : Perdana

Pusat Gelontor UNS Rp 30 M per Tahun Untuk Penelitian

SOLO – Para peneliti di perguruan tinggi diharapkan lebih semangat hasilkan karya original. Sebab, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menggelontorkan anggaran penelitian senilai Rp 30 miliar per tahun. 

Anggaran tersebut khusus bagi perguruan tinggi yang masuk dalam klaster mandiri atau kelas unggulan. Sementara perguruan tinggi klaster utama senilai Rp 15 miliar per tahun, klaster madya senilai Rp 7,5 miliar per tahun, dan klaster binaan Rp 2 miliar per tahun.

Tahun ini, Kemenristek/BRIN mencatat kelompok perguruan tinggi klaster mandiri sebanyak 47 perguruan tinggi, klaster utama 146 perguruan tinggi, klaster madya 479 perguruan tinggi, dan klaster binaan 1.305 perguruan tinggi.

Jumlah kontributor sebanyak 1.977 perguruan tinggi, meningkat dari periode 2013-2015 yang hanya mencapai 1.447 perguruan tinggi. "Universitas Sebelas Maret (UNS) masuk dalam kelompok perguruan tinggi mandiri peringkat ke-13 dengan perolehan bintang emas 3,5. Dengan peringkat ini, UNS terus meningkatkan penelitian dan pemberdayaan masyarakat akan ke depan peringkat dapat lebih baik lagi," ungkap Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS Okid Parama Astirin kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (21/11).

Okid menyebut, Menteri Ristek/Kepala BRIN mengimbau perguruan tinggi negeri dan swasta dapat bekerja sama dalam penelitian dan pemberdayaan masyarakat, sehingga kualitas penelitian dapat menunjang ranking perguruan tinggi itu sendiri.

Harapannya, agar staf pengajar dan peneliti selalu meningkatkan dan memberikan karya terbaik dengan kearifan lokal daerah masing-masing.

"Penelitian di UNS diharapkan tidak akan selesai. Karena penelitian yang baik harus terus berkembang. Selalu ada temuan baru dan tidak ada istilah penelitian mandek. Penelitian harus sampai pada industrialisasi yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat. Meskipun demikian juga tetap harus dikembangkan," ungkapnya.

Upaya yang dilakukan LPPM UNS agar penelitian terus berkembang, lanjut Okid, yakni dengan membuat kelompok riset grup para dosen dari berbagai macam keahlian. Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi swasta juga sudah dilakukan dalam hal pengabdian masyarakat.

"Kami sudah kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pengelolaan sampah menjadi energi penerangan lampu di Desa Jaten. Juga pengelolaan limbah tahu menjadi energi kompor di Wonogiri. Harapannya pilot project tersebut bisa dilaksanakan dengan kampus lain," pungkasnya. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia