Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Penjual Angkringan Cabuli Anak Bawah Umur, Kenalan lewat Facebook

22 November 2019, 19: 07: 28 WIB | editor : Perdana

Tersangka kasus pencabulan beserta barang bukti yang diamankan polisi

Tersangka kasus pencabulan beserta barang bukti yang diamankan polisi (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Baru saja Kota Solo memperingati Hari Anak Sedunia, kini justru muncul lagi kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Perbuatan tak semestinya itu dilakukan seorang penjual angkringan di kawasan Semanggi, Pasar Kliwon, Sriyanto alias Gendon, 29.

Sriyanto melakukan pencabulan terhadap anak gadis yang masih berusia 15 tahun. Dia dibekuk Satuan Reserse Kriminal Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di kamar kosnya, Jalan Sungai Serang RT 01 RW 03, Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Senin (18/11) lalu. 

Penangkapan itu menindaklanjuti laporan dari pihak keluarga korban yang merasa dirugikan atas tindakan tersangka. "Kenalnya lewat Facebook. Awalnya cuma berkirim pesan dan kenalan. Dan sepakat untuk ketemuan," ucap tersangka di Polresta Surakarta, Jumat (22/11).

Di hadapan aparat, tersangka mengaku kerap merayu korban yang masih duduk di bangku SMA kelas X itu dengan kata-kata manis. Sehingga anak gadis asal Sragen itu berkenan untuk bertemu di kos-kosan pelaku. 

Di kamar kos itulah tersangka menyetubuhi korban hingga empat kali. "Sempat menginap di tempat saya saat melakukan itu," kata tersangka.

Berdasarkan proses penyidikan, tersangka mengaku kerap berselancar di dunia maya untuk berkirim pesan pada sejumlah akun milik perempuan cantik. Hingga akhirnya  dia bertemu dengan korban yang masih di bawah umur.

"Hobi tersangka memang berselancar di media sosial. Sampai akhirnya menemukan akun media sosial milik korban dan berujung pada pertemuan. Saat melancarkan aksinya, tersangka merayu korban dengan janji akan dinikahi," terang Wakasatreskrim Polresta Solo, AKP Widodo, mewakili Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Arwansa.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka harus berhadapan dengan hokum lantaran melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak. Itu meski pelaku mengaku tindakan mereka dilakukan atas dasar suka sama suka.

"Gendon (tersangka) tidak memaksa saat melampiaskan hasratnya, namun merayu dengan janji-janji untuk menikahi. Tapi bagaimana pun korban masih di bawah umur sehingga masih dilindungi undang-undang. Ancamannya 15 tahun penjara," tegas Widodo. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia