Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

DPRD Usulkan Grojogan Sewu Jadi Unggulan Jateng

25 November 2019, 14: 56: 26 WIB | editor : Perdana

PADAT MERAYAP: Kunjungan wisatawan di Grojogan Sewu, Tawangmangu saat libur Lebaran beberapa waktu lalu.

PADAT MERAYAP: Kunjungan wisatawan di Grojogan Sewu, Tawangmangu saat libur Lebaran beberapa waktu lalu. (ADI PRASETYAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Kawasan objek wisata Tawangmangu akan dijadikan sebagai salah satu unggulan wisata Provinsi Jawa Tengah. Atas dasar itu, Komisi B akan mengupayakan pengelolaan aset Pemerintah Provinsi Jateng ke tangan Pemkab Karanganyar.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Jateng Sumanto, kemarin (24/11). Politisi PDI Perjuangan itu juga akan membantu pemkab yang berniat mengelola taman hutan raya (Tahura) Ngargoyoso.

”Tahun 2020 ada beberapa pengembangan pariwisata di Jawa Tengah. Karena Tawangmangu merupakan salah satu lokasi wisata yang sangat lengkap, maka kami mendorong pemprov menjadikan Tawangmangu sebagai destinasi unggulan Jawa Tengah,” terang Sumanto.

Mantan ketua DPRD Karanganyar itu memaparkan siap memediasi pemprov dan pemkab terkait pengembangan Tahura di Desa Berjo, Ngargoyoso. Menurutnya, sesuai Undang – Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, pengelolaan tahura menjadi wewenang dari pemerintah daerah setempat.

”Kami akan mempertemukan antara keduanya agar segera menata kawasan Tawangmangu dan tahura,” ungkap Sumanto.

Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar mencatat kunjungan wisawatan ke Karanganyar hingga November ini mencapai 126.318 orang.

”Ada kenaikan yang signifikan. Khusunya wilayah di pegunungan yang menawarkan keindahan pemandangan alam Gunung lawu. Kalau di kota seperti di De Tjolomadoe justru mengalami penurunan,” jelas Kepala Disparpora, Titis Sri Jawoto.

Dijelaskan Titis, minat wisatawan saat ini lebih memilih ke wisata alam seperti di Ngargoyoso dan Tawangmangu. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2019 sektor pariwisata sebanyak Rp 2 miliar. Target ini naik Rp 500 juta dibanding tahun lalu sebesar Rp 1,5 miliar.

”Kami optimistis target ini bisa tercapai,” jelasnya. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia