Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Terbakar Emosi, Tetangga Disetrum

26 November 2019, 08: 41: 59 WIB | editor : Perdana

DIINTEROGASI: Mocan diperiksa di Mapolresta Surakarta dalam kasus penganiayaan kemarin (25/11).

DIINTEROGASI: Mocan diperiksa di Mapolresta Surakarta dalam kasus penganiayaan kemarin (25/11). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Akibat tidak bisa mengontrol emosi, M. Choiril Anwar alias Mocan, warga Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari harus berurusan dengan polisi. Pria 29 tahun ini ditangkap karena menganiaya Saryanto, 40, tetangganya.

"Saya memukuli Saryanto karena kesal dengan perilakunya. Dia meludahi muka saya saat ditegur karena membuat keributan di tetangga yang punya hajat," ujar dia.

Saat kejadian, lanjut Mocan, Saryanto mengendarai sepeda motor dengan kencang dan masuk ke dalam gang sehingga menghalangi jalan di depan rumah warga hajatan. 

"Awalnya saya tegur baik-baik dan minta dia memindahkan motornya. Namun dia malah menggeber gas motornya serta marah-marah dan menantang saya. Awalnya tidak saya ladeni, tapi malah meludahi saya," jelas pria yang bekerja sebagai juru parkir itu.

Tersangka yang emosi menjadi gelap mata dan menyetrum Saryanto menggunakan alat kejut listrik atau stune gun di bagian leher. Disusul pukulan di bagian mulut dan hidung.

Wakasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Widodo mengatakan, atas perbuatannya, Mocan akan dijerat pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara.

"Kami amankan stune gun milik tersangka yang dipakai untuk menganiaya korban dan kaus oblong milik korban yang ada bercak darahnya. Tersangka kami tangkap di rumahnya," ungkapnya mewakili Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Arwansa. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia