Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

DPRD Sragen Upayakan Gaji Honorer Setara UMK

26 November 2019, 15: 04: 57 WIB | editor : Perdana

HARI GURU: Wakil Bupati Dedy Endriyatno kunjungi bekas sekolahnya di SMPN 1 Sragen dan SMAN 2 Sragen.

HARI GURU: Wakil Bupati Dedy Endriyatno kunjungi bekas sekolahnya di SMPN 1 Sragen dan SMAN 2 Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Komisi IV DPRD Sragen mendesak Pemkab Sragen mengupayakan gaji guru honorer minimal setara upah minimum kabupaten (UMK).

Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto menyampaikan, gaji guru honorer saat ini hanya sekitar Rp 700 ribu per bulan.

”Tahun depan banyak terserap ke pilkada. Harapan kami pada 2021 nanti pemkab bisa mewujudkan setidaknya sesuai UMK,” jelas Sugiyamto.

Saat ini UMK Sragen berada di angka Rp 1.815.914. Sementara gaji guru honorer di Sragen tidak mencapai setengahnya. Hal ini tidak sebanding dengan kontribusi mereka.

Selain itu, dia juga meminta pemkab menjaga kualitas sekolah negeri. Saat ini ada sejumlah sekolah negeri yang di-regrouping karena kalah kualitas dengan sekolah swasta. Sehingga kenaikan gaji para guru honorer dirasa sukup penting.

”Di satu SD negeri rata-rata hanya 2 PNS, lainnya yang pegang honorer GTT/PTT (guru tidak tetap),” terang Giyamto.

Menurutnya, sekolah juga perlu dipasang CCTV dan perekam suara. Fungsinya mengevaluasi penyampaian materi oleh guru. Dan mengawasi jika ada guru yang menyampaikan paham radikal.

Wakil Bupati Dedy Endriyatno menegaskan tetap mengupayakan kesejahteraan guru honorer. Namun keterbatasan anggaran selalu menjadi kendala. Setiap tahun rata-rata pemerintah daerah menghabiskan Rp 28-30 miliar untuk membiayai GTT.

”Sebelum kita anggaran guru GTT/PTT sebulan hanya Rp 200-300 ribu. Sekarang bisa Rp 600 ribu. Tapi ada komitmen daerah untuk meningkatkan kesejahteraan,” tandas Dedy saat berkunjung ke SMPN 1 Sragen dan SMAN 2 Sragen. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia