Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Solidaritas untuk Sedulur Bonek Dari Pasoepati

27 November 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Perdana

PASEDULURAN: Pasoepati bersama perwakilan Bonek bentangkan spanduk tuntut pembebasan Andreas Setiawan.

PASEDULURAN: Pasoepati bersama perwakilan Bonek bentangkan spanduk tuntut pembebasan Andreas Setiawan.

Share this      

SEORANG suporter sepak bola Indonesia, Andreas Setiawan masih ditahan Polis Diraja Malaysia (PDRM). Penahanan itu buntut status yang dia tulis di media sosial yang mengancam bom ke Stadion Bukit Jalil. Tepatnya jelang laga kualifikasi piala dunia antara Malaysia melawan Indonesia Senin, (18/11).

Penahanan itu memantik solidaritas suporter Pasoepati. Mereka berharap pemerintah turun tangan membebaskan Andreas. Sebab anggota suporter Persebaya, Bonek itu hingga kini masih ditahan. Solidaritas ditunjukkan dengan membentangkan spanduk saat laga uji coba Persis melawan Unsa Asmi di Stadion Sriwedari kemarin.

M Badres, salah seorang suporter Solo yang juga hadir di Stadion Bukit Jalil menceritakan insiden tersebut. ”Jadi sejak si Andre membuat status, kedatangannya di stadion sudah ditunggu polisi Malaysia. Andre bersama Ian dan Rizki ditunggu saat akan masuk ke Gate. Tapi sudah djemput dan diamankan,” cerita Badres.

Mantan ketua panpel Persis Solo ini berstatus salah satu koordinator suporter Indonesia yang ditunjuk dari embassy dan PSSI. ”Saya menyaksikan langsung perjuangan teman-teman suporter yang mendukung timnas. Dari jumlah sekitar 2.500 suporter Indonesia, dikepung 78 ribu suporter tuan rumah. Tapi mereka tidak gentar sedikitpun,” cerita Badres.

Dia berharap pemerintah mengawal Andreas agar segera dibebaskan. ”Tanpa suporter, timnas tidak akan bisa berprestasi. Meskipun hasil akhirnya memang belum sesuai harapan,” tegasnya.

Perwakilan Bonek Solo yang hadir di aksi solidaritas kemarin mengapresiasi langkah Pasoepati. ”Kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman Solo atas  dukungan kepada teman kami yang masih ditahan. Semoga segera ada jalan keluar,” jelasnya. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia