Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

DPRD Jateng : Industri Harus Perhatikan Lingkungan

27 November 2019, 14: 39: 54 WIB | editor : Perdana

BAHAS EKOSISTEM: Dari kiri ke kanan, Arif Jatmiko Bappeda Jateng, Hadi Santoso wakil ketua komisi D DPRD Jateng, dan Advianto Prasetyo selaku host acara Prime Topic. 

BAHAS EKOSISTEM: Dari kiri ke kanan, Arif Jatmiko Bappeda Jateng, Hadi Santoso wakil ketua komisi D DPRD Jateng, dan Advianto Prasetyo selaku host acara Prime Topic. 

Share this      

SEMARANG – Isu lingkungan menjadi topik hangat dalam acara dialog bersama Parlemen Jateng, Prime Topic bertema Pembangunan Berwawasan Lingkungan di Hotel Gets Kota Semarang belum lama ini.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng  Hadi Santoso selaku pembicara utama mengatakan, masifnya investasi yang masuk ke Jateng tidak boleh mengabaikan sektor lingkungan.

“Jangan sampai, banyaknya pabrik atau kawasan industri justru berdampak buruk bagi lingkungan. Pencemaran limbah semakin menjadi-jadi, kesulitan air semakin ekstrem. Itu yang patut kita antisipasi,” tegasnya.

Memang, saat ini Jawa Tengah   menjadi magnet investor untuk menanamkan modalnya. Terbukti, investor asing maupun dalam negeri berbondong-bondong menanamkan modal usahanya di Jateng. 

Mengacu data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, nilai investasi Rp 211,19 triliun masuk ke Jateng sejak 2015 hingga kuartal II 2019.

Ditambahkan Hadi, DPRD Jateng telah membuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16/2019 tentang Perubahan Perda Nomor 6/2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Perda itu mengatur tentang penataan ruang di Jateng yang mengutamakan aspek kelestarian lingkungan.

“Perda ini harus dipatuhi. Termasuk dalam pembangunan kawasan industri. Kawasan industri tidak boleh merusak lingkungan dan harus memenuhi amdal (analisis mengenai dampak lingkungan),” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Senada dengan Hadi, pengamat lingkungan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Syafrudin menyatakan, untuk membuat kawasan industri yang ramah lingkungan perlu digunakan konsep eco-industrial park. Dengan konsep tersebut, kawasan industri tak hanya akan meminimalkan pencemaran lingkungan, tapi juga menjaga kelestarian.

“Dengan konsep eco-industrial, kawasan industri tidak akan mengeksploitasi air dalam tanah yang berdampak bagi lingkungan sekitar. Selain itu, adanya saling pemanfaatan limbah antara industri yang satu dengan lainnya dalam satu kawasan,” urai dia.

Apakah kawasan industri di Jateng sudah memenuhi unsur pelestarian lingkungan? Hadi mengatakan sudah. Meski demikian, dia mengaku kepedulian itu masih sangat minim.

“Kalau dilihat dari sisi pencemaran, memang sudah (penuhi usnur pelestarian lingkungan). Tapi, kalau dari segi konsep belum. Masih butuh pengembangan yang lebih baik, seperti eco-industrial park,” ujarnya. (adv/wa)

(rs/it/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia