Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Mesin Motor Mendadak Mati di Perlintasan,Regang Nyawa Disambar Sancaka

27 November 2019, 15: 47: 32 WIB | editor : Perdana

LOKASI RAWAN: Anggota Polsek Kebakkramat olah TKP warga tertabrak KA di Desa Pulosari, kemarin (26/11). 

LOKASI RAWAN: Anggota Polsek Kebakkramat olah TKP warga tertabrak KA di Desa Pulosari, kemarin (26/11).  (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu belum berhenti meminta korban. Kali ini Muhammad Muarif 15, warga Blora, Jateng tewas setelah tersambar KA Sancaka di perlintasan Desa Pulosari, Kebakkramat, Selasa (26/11).

Saat kejadian, Muarif yang merupakan santri di salah satu pondok pesantren kawasan Kebakkramat itu sedang berboncengan dengan temannya M. Sholinuha 16, menggunakan sepada motor Yamaha Alfa nomor polisi AD 5441 KE.

Mereka melaju dari arah timur menuju Grompol dan melintasi perlintasan KA tanpa palang pintu tak jauh dari ponpesnya. Nahas, mesin sepeda motor mendadak mati. 

Sholinuha yang membonceng segera turun dari jok sepeda motor berusaha mendorong motor, sedangkan Muarif tetap duduk di jok. Sayangnya, di saat bersamaan melintas KA Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya.

Muarif yang tak sempat menghindar tertabrak KA hingga terpental beberapa meter. Akibat luka parah, korban meninggal di lokasi kejadian. 

"Teman korban (Sholinuha) berlari ke permukiman warga sambil menangis. Kemudian ada beberapa orang bertanya penyebab. Setelah mendapatkan keterangan, sejumlah warga menuju lokasi kecelakaan. Sebagian lain melapor ke polisi," ujar kapolres Karanganyar melalui Wakapolsek Kebakkramat Iptu Darsito. (rud/wa)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia