Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Ancaman Demam Berdarah Kian Nyata

27 November 2019, 16: 30: 56 WIB | editor : Perdana

Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri Survivalina

Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri Survivalina

Share this      

BOYOLALI – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Boyolali meningkat tajam. Sejak Januari hingga November ini saja, sudah terjadi 430 kasus DBD. Padahal sepanjang tahun lalu, kasus DBD hanya di angka 130.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali menyebutkan seorang penderita DBD meninggal dunia.  Tingginya kasus DBD menurut dinkes karena perubahan cuaca ekstrem. Diperparah dengan minimnya penanggulangan dan antisipasi dari masyarakat. 

Padahal sudah gencar disosialisasikan program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di Kota Susu. Termasuk gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) aedes aegypti, pembawa virus dengue penyebab DBD.

“Meningkatnya kasus DBD tak hanya di Boyolali saja. Seluruh wilayah mengalami hal yang sama. Kasus DBD naik tajam. Penyebabnya dipengaruhi anomali cuaca yang terjadi beberapa waktu terakhir ini,” terang Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina, kemarin (26/11).

Wanita yang akrab disapa Lina ini menambahkan, sejak Januari hingga September, cuaca tak menentu. Suhu bumi yang panas menyebabkan perkembangan nyamuk meningkat. Namun tidak dibarengi kesadaran masyarakat menerapkan germas. Termasuk minimnya kebiasaan PSN. 

“Dinkes terus melakukan berbagai upaya penanggulangan dan antisipasi serangan nyamuk. Selain PSN, kami juga punya kades kesehatan yang selalu mengecek lingkungan dan abatisasi,” imbuhnya.

Rata-rata masyarakat, lanjut Lina, kurang peduli terhadap air yang menggenang. Padahal itu habitat paling cocok untuk perkembangbiakan jentik aedes aegypti. “Di dalam rumah misalnya. Di dudukan gelas dispenser atau wadah pembuangan di belakang kulkas. Di sekolah kalau ada kolam, sebaiknya diisi ikan. Bisa membantu membasmi jentik. Kesadaran itu yang harus selalu dibangun,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia