Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Kecanduan Game Online, CPNSBidang Kesehatan Gagal Jadi PNS

27 November 2019, 21: 56: 56 WIB | editor : Perdana

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo saat meninjau pelaksanaan tes CPNS di Sragen beberapa waktu lalu

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo saat meninjau pelaksanaan tes CPNS di Sragen beberapa waktu lalu

Share this      

WONOGIRI - Setidaknya dua calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2018 tidak lolos menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Wonogiri. Salah satu CPNS mangkir dari pendidikan dan pelatihan dasar (latsar) selama lebih dari dua hari.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri Haryono mengatakan, kegiatan latsar dan prajabatan diikuti oleh CPNS formasi 2018. Jumlah totalnya ada 398 CPNS. Namun, ada dua CPNS gagal melanjutkan proses selanjutnya.

"Sebanyak 398 CPNS yang mengikuti latsar merupakan formasi tahun 2018. Rinciannya, prajabatan sebanyak 13 orang merupakan formasi honorer K2. Sisanya sebanyak 385 orang adalah CPNS dari jalur umum," kata Haryono, Rabu (27/11).

Lebih lanjut Haryono memaparkan, dua orang yang tidak lolos latsar yakni satu orang mengundurkan diri dan satu orang lagi karena bolos lebih dari dua hari selama latsar. Keduanya merupakan CPNS dari formasi kesehatan.

"Yang tidak lolos latsar, satu laki-laki dan satunya lagi perempuan," terangnya.

Menurut Haryono, seseorang yang lolos CPNS tidak langsung menjadi PNS. Mereka minimal satu tahun harus mengikuti latsar atau diklat. Beru kemudian ada tes kesehatan. Setelah semua proses dilalui dan lulus, maka baru diangkat menjadi PNS.

"Jadi selama 1 tahun setelah diterima CPNS, mereka sudah bekerja di tempatnya diterima. Mereka sudah digaji 80 persen," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri Adhi Dharma mengakui, berdasarkan ketentuan, ada dua CPNS di lingkungan dinasnya yang tidak lulus mengikuti latsar. Dua CPNS tersebut selama ini bertugas di Puskesmas Jatisrono II dan Puskesmas Giriwoyo I.

"Kalau yang di Giriwoyo I ini mengundurkan diri. Karena waktu itu dalam kondisi hamil muda, ada faktor komunal dan sensitifitas sehingga muncul ketidanyamanan dalam lingkungan bekerja. Lalu, yang Jatisrono II itu bolos karena kecanduan game online," papar Adhi Dharma. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia