Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kementrian PU PR Salurkan Rp 8,5 M untuk Atasi Wilayah Kumuh

28 November 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Bupati Juliyatmono resmikan salah satu wilayah yang terbebas dari kumuh di Dusun Pleret, Kelurahan Gedong, Kecamatan Karanganyar, kemarin (27/11).

Bupati Juliyatmono resmikan salah satu wilayah yang terbebas dari kumuh di Dusun Pleret, Kelurahan Gedong, Kecamatan Karanganyar, kemarin (27/11). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Lahan kumuh 36 hektare di Kabupaten Karanganyar akan segera mendapat penanganan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) menyalurkan Rp 8,5 miliar untuk mengatasi persoalan tersebut.

Oversight Services Provider (OSP) 2 Provinsi Jawa Tengah, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Ferry Asmoro mengatakan, anggaran Rp 8,5 miliar itu untuk program kotaku di delapan desa/kelurahan.

”Tiga program kotaku yang sudah kita resmikan yakni Dusun Jumog, Desa Jaten, dan Dusun Pleret, Kelurahan Gedong, Karanganyar. Sedangkan nanti untuk yang lima kira targetkan pada Desember rampung,” terang Ferry saat peresmian jalan beton dan saluran air minum bersih program kotaku di Dusun Pleret, Kelurahan Gedong, Karanganyar Kota.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengungkapkan, dengan adanya program kotaku tersebut, pihaknya lebih mementingkan untuk kebutuhan air. Seperti adanya pembangunan sumur dalam, dan saluran air yang bersih untuk kebutuhan masyarakat.

”Yang terpenting adalah untuk ketersediaan airnya. Program kotaku sangat membantu dalam mengentaskan kondisi masyarakat, terutama dalam pola hidup,” jelas Bupati.

Diketahui sebelumnya, 36 hektare lahan kumuh paling banyak di Kecamatan Tawangmangu. Padahal kawasan ini menjadi salah satu daerah wisata favorit.

Asisten Koordinator Kotaku Karanganyar Supriyadi membenarkan masih ada sekitar 36 hektare wilayah kumuh. Beberapa wilayah yang masuk daftar kawasan kumuh adalah Kelurahan Kalisoro dan Tawangmangu.

”Dulu pernah ada di 23 kelurahan yang masuk kawasan kumuh. Saat ini kawasan yang masih digarap, yakni Desa Ngringo, Kelurahan Tawangmangu, dan Kelurahan Kalisoro,” jelas Supriyadi. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia