Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Persis Bidik Kiper Liga 1, Semua Lini Perlu Dievaluasi

28 November 2019, 07: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Gelandang Persis Solo Slamet Budiono (jersey merah) berebut bola dengan pemain PS Unsa Asmi di Stadion Sriwedari (26/11).

Gelandang Persis Solo Slamet Budiono (jersey merah) berebut bola dengan pemain PS Unsa Asmi di Stadion Sriwedari (26/11). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Salah satu catatan yang harus dibenahi Persis Solo musim lalu adalah sisi finishing yang terbilang minim. Lini serang Persis, terbilang kurang garang. Jumlah rata-rata gol Persis perpertandingan, ternyata kalah jauh dibandingkan beberapa kompetitornya.

Hingga saat ini beberapa pemain yang berstatus striker murni belum juga datang. Muka-muka lama seperti Ugiek Sugiarto, hingga Dimas Galih sepertinya tak lagi dipanggil untuk bergabung. Sementara untuk M Isa, masih jadi tanda tanya.

Di luar lini serang yang dapat kritikan kencang, ternyata ada sisi positif. Persis kembali mempertahankan statusnya sebagai salah satu klub yang jumlah kebobolannya terbilang cukup minim. Gawang Sendri Johansyah sedikit susah dibobol. Tak salah juga banyak bek musim lalu yang diputuskan dipertahankan.

Untuk menguatkan lini pertahankan, posisi pelatih kiper ternyata mengalami perubahan. Hermansyah kembali dipercaya untuk kembali gabung Persis. Dia pernah mengisi jabatan ini, di tahun 2011 silam, saat dia menjadi pelatih kiper Persis versi PT LPIS dibawah komandi (alm) Junaidi kala itu.

”keputusan saya kembali bergabung tentu karena kepercayaan. Saya yakin coach Salahudin begitu serius untuk membangun tim ini, dan undangan untuk bergabung dengan jadi tandangan buat saya. Khususnya untuk bekerja di posisi saya, yakni menguatkan performa kiper,” terang Hermansyah kepada Radar Solo kemarin.

Dia sadar setiap musim butuh banyak evaluasi. Semua posisi perlu dievaluasi. Pemain yang lebih berkualitas tentu wajib untuk dihadirkan, ini demi bisa menggapai target yang dibebankan kepada seluruh elemen di tim ini.

”Soal pemain tambahan masih di bahas. Yang pasti ada beberapa nama, termasuk di posisi kiper. Tapi tentu kita (tim kepelatihan) tak bisa sebut nama. Mengingat pemain Liga 1 yang kita bidik semuanya masih terikat kontrak dengan timnya. Kita hormati hal tersebut, walaupun langkah negosiasi masih kita lakukan,” ujarnya.

Ini jadi kesempatan keduabuatnya bersama Persis. Banyak memori yang ada dibenaknya, dan dia siap memberikan seluruh ilmunya untuk membangun tim ini. “Saya sudah rindu dukungan suporter saat Persis berlaga. Dulu dukungannya buat merinding pemain, dan saya yakin tak akan berubah. Semoga musim ini, target promosi bisa tercapai,”ucapnya. 

Di lain sisi hasil uji coba kontra PS Unsa Asmi (1-3) di Stadion Sriwedari (26/11) tentu jadi bahan evaluasi besar Laskar Sambernyawa (julukan Persis Solo) jelang bergulirnya Liga 2 2020. Saat ini kekuatan Persis yang diracik oleh Salahudin memang belum komplet. 

Pelatih kepala Persis Salahudin mengakui diharapkan komposisi skuad Persis akan terlihat jelas pada Januari mendatang. Ini sembari menunggu kepastian kedatangan pemain Liga 1 yang dibidik, untuk bisa merapat. Liga 1 2019 sendiri baru akan berakhir akhir Desember mendatang.

Sementara itu dari 14 pemain musim lalu yang kabarnya dipertahankan, ternyata beberapa belum ada kepastian jadi bergabung atau tidak.  Mulai dari Iman Budi, M Isa, Jodi Kustiawan, dan gelandang Ilhamul Irhaz. Usai laga uji coba kontra PS Unsa Asmi, coach Salahudin menuturkan baik Jodi, Isa dan Ilhamul Irhaz masih dipertimbangkan karena statusnya masih cedera.

Walaupun yang cukup mengagetkan, ternyata M Isa malah gabung dengan PS Unsa Asmi di laga uji coba kontra Persis. Dia bahkan ikut mencetak gol untuk PS Unsa Asmi. Beberapa hari sebelum laga uji coba ini, Isa memang mengakui cederanya sudah sembuh.  

“Saya tentu ingin main di kota kelahiran saya ini. Apalagi saya juga putra daerah. Kalau dikasih kesempatan main pasti semangat menunjukkannya berkali lipat,” tegasnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia