Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Tuan rumah Punya Tugas Berat

28 November 2019, 14: 45: 59 WIB | editor : Perdana

POTENSIAL: Peserta Djarum Foundation-Multi Kejurkot PBSI Surakarta 2019 yang digelar di GOR Sinar Kasih, kemarin (27/11).

POTENSIAL: Peserta Djarum Foundation-Multi Kejurkot PBSI Surakarta 2019 yang digelar di GOR Sinar Kasih, kemarin (27/11). (DJARUM FOUNDATION-MULTI KEJURKOT PBSI SURAKARTA 2019)

Share this      

SOLO – Hari perdana (27/11) kejuaraan bulu tangkis bertajuk Djarum Foundation-Multi Kejurkot PBSI Surakarta 2019 sudah resmi digelar.

Dari 13 kelas yang dipertandingkan, ternyata  baru tiga kelas yang  sudah mulai dipertandingkan. Yakni kelas tunggal usia dini putra, usia anak putra, dan kelas tunggal pemula putra.

Kejuaraan yang digelar di GOR Sinar Kasih Kadipiro, Banjarsari tersebut akan digelar hingga Sabtu (30/11) mendatang.

“Jika kemarin hanya tiga kelas di babak penyisihan yang digelar karena terkendala waktu. Rencananya besok (hari ini) seluruh kelas tersisa akan menyelesaikan babak penyisihannya. Setelah itu sehari berselang (29/11) akan masuk di babak perempat final. Puncaknya di hari terakhir (30/11) akan digeber dua fase krusial. Yakni semifinal dan final,” terang salah satu panitia kejurkot Suwanto kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Terkait persaingan dia mengakui hingga kemarin belum ada kejutan berarti. ”Beberapa atlet unggulan dapat bye. Bisa dibilang persaingan sesungguhnya yang berpeluang jadi juara, baru akan terlihat mulai babak perempat final. Yang pasti non unggulan juga punya peluang untuk juara,” ujarnya.

Kejuaraan kali ini, diikuti tak hanya klub dari Kota Solo. Seperti PB Jaya Raya, Purnama, PMS, Kirun Jaya, Solo Academy, KKO, Panorama maupun PB Catur Sari Solo.

PB Sukowati yang jadi juara umum Kejurkab PBSI Sragen dan PB Citra 7 yang jadi juara umum Kejurkab PBSI Boyolali ikut meramaikan persaingan di Kota Solo saat ini. Di lain sisi mantan jawara Kejurkab PBSI Klaten, yakni PB Champion tak ikut serta dalam persaingan di GOR Sinar Kasih ini.

Dari totol 27 PB, beberapa perwakilan dari eks-Karesidenan Surakarta ikut serta. Hanya PB dari Wonogiri yang absen di event ini.

Kejuaraan multi ini, ternyata jadi ajang lanjutan klub asal Solo, yang pada Maret lalu mengikuti Djarum Foundation-Kejurkot PBSI Surakarta di tempat yang sama.

”Potensi atlet dari Solo untuk unjuk gigi di kejuaraan ini besar sekali. Tapi untuk jadi juara umum tentu tak mudah. Jika Maret lalu lingkupnya hanya diikuti atlet dari Solo saja, tapi saat ini lebih luas lagi. Jadi bisa dibilang atlet dari luar Solo, tentu jadi tantangan baru untuk bisa dikalahkan,” ucapnya. 

Di lain sisi, di Kejurkot PBSI Surakarta semester pertama, Maret lalu, PB Jaya Raya Solo sukses jadi juara umum dengan raihan empat emas. Kala itu emas Jaya Raya di raih oleh Radinka Regaz Pratama (tunggal pra dini putra), Restu Unggul Praja Mulya (tunggal dini putra), Ayu Pratiwi (tunggal dini putri) dan Miftaqul Putri Ayudis (tunggal anak putri).

Di tempat kedua diraih oleh PB Purnama dengan raihan tiga emas, yang seluruhnya diraih dari kelas pemula.

PB PMS harus puas di tempat ketiga, dengan raihan dua emas. Yang saat itu disumbangkan oleh Ilham Misykatudien Hanif (tunggal anak putra) dan pasangan Farel/Ilham Misykatudien Hanif (ganda anak putra).

“Di kejuaraan kali ini, dua atlet PMS juga masuk unggulan di kelas tunggal usia dini putra. Yakni Reyhan Rifki dan Zufar Rabbani,” tuturnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia