Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Ajak Jaga Kelestarian Lingkungan

28 November 2019, 14: 38: 32 WIB | editor : Perdana

SUPORT PENUH: Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto (merah) turut menanam bibit pohon dalam rangka HUT Ke-48 Korpri, belum lama ini.

SUPORT PENUH: Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto (merah) turut menanam bibit pohon dalam rangka HUT Ke-48 Korpri, belum lama ini. (DOK HUMAS SEKRETARIAT DPRD JATENG)

Share this      

SEMARANG – Sebagai upaya mengurangi emisi gas rumah kaca, sebanyak 1.100 bibit pohon ditanam di lahan belakang Balai Pendidikan Sumbing, Kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto. 

Bambang mengapresiasi tanam pohon bakti sosial bidang penghijauan dalam rangka HUT Ke-48 Korpri, terebut. Bibit yang ditanam mulai dari durian, rambutan, jambu Kristal, manga talijiwo dan pohon keras lainnya.

Bambang didampingi Ketua Dewan Pengurus Korpri Jateng Sri Puryono. Politisi PDI Perjuangan ini langsung menanam bibit pohon di acara tersebut. Tanpa mengenakan sarung tangan, Bambang membawa cangkul untuk menanam bibit, kemudian menutupinya dengan tanah.

”Mencintai ibu pertiwi itu artinya melestarikannya, menjaganya. Saya sangat mendukung setiap kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan,” kata Bambang.

Dalam sambutannya, Sri Puryono berharap kegiatan penghijauan dapat menjadi budaya yang bisa diselenggarakan di setiap kegiatan. Seperti peringatan Hari Ibu dan lain sebagainya. ”Dengan bibit pohon kita bisa turut serta menyelamatkan lingkungan,” ucapnya.

Kegiatan penghijauan tersebut tidak terlepas dari realisasi penerapan rencana aksi daerah penurunan emisi gas rumah kaca. Sebagaimana diamanatkan dalam Pergub Jateng tahun 2013 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Gas Rumah Kaca tahun 2010-2020.  

Sri Puryono mengatakan, pohon dan hutan memiliki peran sebagai paru-paru bumi penghasil oksigen dan menyediakan air bersih. Sedangkan hutan menyediakan sistem filtrasi dan penyimpanan alami, membersihkan udara dari partikel pencemar serta menjaga habitat satwa.

Di samping itu juga mampu mengendalikan iklim mikro dan pengendalian banjir maupun bencana alam. Dia kembali mengingatkan bersama tentang kewajiban penyediaan lahan hijau sebesar 30 persen sebagai ruang terbuka hijau. Dikatakan, kebersihan dan penghijauan sangat penting bagi kehidupan manusia dan lingkungannya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jateng Ammy Rita Manalu menyatakan, selain untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, kegiatan penghijauan dapat merambah juga ke masyarakat. Pihaknya pun memastikan bibit tanaman yang ditanam akan tumbuh besar dengan dilakukan perawatan rutin selama tiga tahun. (adv/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia